Kementan Dorong Pemasaran Digital untuk Tingkatkan Hasil Komoditas
Rabu, 11 September 2024 - 16:18 WIB
Pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan bekal yang memadai bagi peserta untuk menerapkan strategi yang telah dipelajari di daerah masing-masing.
UPLAND Project yang awalnya direncanakan berakhir pada 2024 kini diperpanjang hingga 2026 dengan pertimbangan dana dan kebijakan pemerintah. Proyek ini telah melibatkan investasi sebesar Rp1,8 triliun dengan alokasi untuk pelatihan dan pengembangan infrastruktur yang sangat signifikan.
Ikhwan berharap investasi ini tidak hanya memberikan dampak langsung, tetapi juga meninggalkan legacy yang dapat dimanfaatkan di masa depan.
"K yang pertama itu adalah kualitas yang baik. Sudahkah produk UPLAND kita yang dihasilkan memenuhi unsur kualitas yang baik. K yang kedua adalah kuantitas atau jumlahnya, harus sesuai dengan yang diminta pasar. Kita kontrak, sanggup berapa setiap bulan, sekian ton. K ketiga adalah kontinuitas, keberlanjutan harus terus menerus. Jangan bulan ini ada, bulan depan nggak ada," ungkapnya.
Dia mendorong peserta mengembangkan keterampilan dalam mengelola pemasaran produk secara efektif untuk meningkatkan pendapatan petani dan produktivitas pertanian.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan berkontribusi pada pencapaian tujuan proyek UPLAND.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UPLAND Project Kementan Risda Sinaga berharap pelatihan dapat meningkatkan penghasilan petani di daerah binaan UPLAND Project.
UPLAND Project yang awalnya direncanakan berakhir pada 2024 kini diperpanjang hingga 2026 dengan pertimbangan dana dan kebijakan pemerintah. Proyek ini telah melibatkan investasi sebesar Rp1,8 triliun dengan alokasi untuk pelatihan dan pengembangan infrastruktur yang sangat signifikan.
Ikhwan berharap investasi ini tidak hanya memberikan dampak langsung, tetapi juga meninggalkan legacy yang dapat dimanfaatkan di masa depan.
"K yang pertama itu adalah kualitas yang baik. Sudahkah produk UPLAND kita yang dihasilkan memenuhi unsur kualitas yang baik. K yang kedua adalah kuantitas atau jumlahnya, harus sesuai dengan yang diminta pasar. Kita kontrak, sanggup berapa setiap bulan, sekian ton. K ketiga adalah kontinuitas, keberlanjutan harus terus menerus. Jangan bulan ini ada, bulan depan nggak ada," ungkapnya.
Dia mendorong peserta mengembangkan keterampilan dalam mengelola pemasaran produk secara efektif untuk meningkatkan pendapatan petani dan produktivitas pertanian.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan berkontribusi pada pencapaian tujuan proyek UPLAND.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UPLAND Project Kementan Risda Sinaga berharap pelatihan dapat meningkatkan penghasilan petani di daerah binaan UPLAND Project.
Lihat Juga :