Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi Klaim Angka Stunting Turun Dalam 10 Tahun Terakhir
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 13:27 WIB
“Yang namanya target, kita kan memiliki target yang sangat ambisius dari 37 melompat ke 14% . Ini ambisius banget. Tapi, memang kita harus bekerja keras mencapai target," kata Jokowi.
Baca juga: Kemenko PMK Ungkap 5,8 Juta Balita Indonesia Bermasalah Gizi
Menurut Presiden Jokowi, prevalensi stunting di Tanah Air sejak 2014 mencapai 37% dan berhasil ditekan ke angka 21% dari total populasi balita dalam kurun 9 tahun terakhir. Meskipun pada 2023 penurunan persentase stunting relatif kecil pada angka 0,1 persen, Jokowi tetap menghargai kontribusi daerah melalui posyandu dalam merespons persoalan tersebut.
Meski begitu, baru-baru ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sempat menyoroti lambatnya penurunan angka stunting di Indonesia. Budi mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya penurunan stunting adalah belum ditemukannya model implementasi yang efektif untuk program yang telah ditetapkan.
Budi menilai ada masalah dalam eksekusi di lapangan sehingga program pencegahan stunting tidak berjalan dengan optimal. Menurut Budi, permasalahan ini hampir terjadi di semua wilayah Indonesia.
Budi menyebut tidak ada satu daerah pun yang secara konsisten berhasil menekan prevalensi stunting. “Nggak ada satu daerah yang konsisten di satu provinsi, bahkan di satu kabupaten atau kota sedikit sekali yang bisa (konsisten),” katanya.
Baca juga: Kemenko PMK Ungkap 5,8 Juta Balita Indonesia Bermasalah Gizi
Menurut Presiden Jokowi, prevalensi stunting di Tanah Air sejak 2014 mencapai 37% dan berhasil ditekan ke angka 21% dari total populasi balita dalam kurun 9 tahun terakhir. Meskipun pada 2023 penurunan persentase stunting relatif kecil pada angka 0,1 persen, Jokowi tetap menghargai kontribusi daerah melalui posyandu dalam merespons persoalan tersebut.
Meski begitu, baru-baru ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sempat menyoroti lambatnya penurunan angka stunting di Indonesia. Budi mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya penurunan stunting adalah belum ditemukannya model implementasi yang efektif untuk program yang telah ditetapkan.
Budi menilai ada masalah dalam eksekusi di lapangan sehingga program pencegahan stunting tidak berjalan dengan optimal. Menurut Budi, permasalahan ini hampir terjadi di semua wilayah Indonesia.
Budi menyebut tidak ada satu daerah pun yang secara konsisten berhasil menekan prevalensi stunting. “Nggak ada satu daerah yang konsisten di satu provinsi, bahkan di satu kabupaten atau kota sedikit sekali yang bisa (konsisten),” katanya.
Lihat Juga :