Diduga Setop Turnamen Internasional, Perbasi Terancam Dituntut Rp21 Miliar
Rabu, 10 Juli 2024 - 23:45 WIB
Turnamen International Gunadarma Java International Basketball Tournament (GJIBT) bakal menggugat PP Perbasi. Foto: Ist
JAKARTA - Turnamen International Gunadarma Java International Basketball Tournament (GJIBT) bakal menggugat PP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Langkah ini diambil lantaran Perbasi dianggap sepihak menghentikan turnamen itu yang membuat penyelenggara dari PT Kuy Digital Indonesia merugi. GIJBT rencananya digelar 1-7 Juli 2024, namun batal.
CEO PT Kuy Digital Indonesia penanggung jawab GJIBT Suri Agung Prabowo mengungkapkan, sejak jauh-jauh hari pihaknya telah mengajukan permohonan terkait GJIBT ke PP Perbasi.
"Nah pada 30 Mei 2024 kita juga telah menerima surat rekomendasi pelaksanaan GJIBT dari Kemenparekraf," ujarnya, Rabu (10/7/2024).
Setelah itu, masalah bermunculan mulai dari tidak diresponsnya surat oleh Perbasi Jawa Barat, ketidakjelasan wasit, hingga akhirnya wasit yang telat hadir.
Padahal merujuk surat penugasan, setidaknya ada 17 wasit, dua pengawas, dan seorang koordinator yang hadir. Namun, nyatanya hingga hari H hanya 6 wasit dan seorang pengawas. "Begitu di lokasi pun wasit-wasit ini tidak siap memimpin pertandingan," katanya.
CEO PT Kuy Digital Indonesia penanggung jawab GJIBT Suri Agung Prabowo mengungkapkan, sejak jauh-jauh hari pihaknya telah mengajukan permohonan terkait GJIBT ke PP Perbasi.
"Nah pada 30 Mei 2024 kita juga telah menerima surat rekomendasi pelaksanaan GJIBT dari Kemenparekraf," ujarnya, Rabu (10/7/2024).
Setelah itu, masalah bermunculan mulai dari tidak diresponsnya surat oleh Perbasi Jawa Barat, ketidakjelasan wasit, hingga akhirnya wasit yang telat hadir.
Padahal merujuk surat penugasan, setidaknya ada 17 wasit, dua pengawas, dan seorang koordinator yang hadir. Namun, nyatanya hingga hari H hanya 6 wasit dan seorang pengawas. "Begitu di lokasi pun wasit-wasit ini tidak siap memimpin pertandingan," katanya.
Lihat Juga :