PKS: Program Bela Negara Perlu, tapi Bukan Pendidikan Militer

Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:56 WIB
Jika ingin mengadakan bisa dengan menghidupkan kembali mata kuliah kewarganegaraan dengan modifikasi program. Jadi kuliahnya tidak hanya di kelas. (Baca juga: Susun Komponen Cadangan, Menhan Siap Sinergi dengan Kemdikbud)

“Bisa dikombinasikan dengan pendidikan outdoor. Akan tetapi, bukan berbentuk pendidikan militer karena bukan dilakukan dalam rangka mencetak para kombatan,” katanya.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu memaparkan ancaman bagi negara sekarang tidak hanya militer, tetapi juga ekonomi, ideologi, wabah penyakit, dan siber. Program bela negara seharusnya untuk mencetak generasi bangsa yang tangguh di bidang keahliannya masing-masing.

Yang paling penting tujuannya menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk hidup berbangsa dan bernegara, serta mencintai Tanah Airnya. Selain itu, tentu setia pada Pancasila sebagai ideologi negara. (Baca juga: Soal Deklarasi dan Maklumat KAMI, Begini Komentar PPP)

“Kita berharap akan terbentuk generasi muda yang tangguh dan siap membela negara dalam berbagai bidang dan spektrum yang luas. Entah berkorelasi atau tidak, semoga program bela negara ini menyumbang peningkatan indeks pembangunan manusia,” paparnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!