12 WNI Relawan MER-C Masih Berada di Gaza
Rabu, 08 Mei 2024 - 21:35 WIB
Mereka terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan bidan. Namun untuk tim empat sebanyak tujuh orang masih tertahan di Kairo, menunggu proses memasuki perbatasan.
Sementara itu, Laison Officer EMT MER-C Marissa Noriti mengatakan, Tim EMT MER-C sebelumnya bertugas di sejumlah rumah sakit yakni Rumah Sakit An Najar, Rumah Sakit El Emiraty, dan Klinik Tal Al Sultan.
Lalu setelah serangan darat Israel ke Rafah, aktivitas MER-C sempat dihentikan, dan WHO melarang TIM EMT bekerja di RS Emiraty dan RS An Najjar.
"Berdasarkan informasi yang kita dapatkan dari EMT Gaza untuk saat ini tidak aman di RS An Najar dan RS El Emiraty. Tapi untuk klinik Tal Al Sultan Primary Health Care Center masih menempatkan tiga orang di sana satu dokter dan dua perawat," ucapnya.
Terakhir dia menegaskan bahwa MER-C Indonesia akan terus memberikan bantuan medis kepada warga Palestina. Jika memungkinkan pihaknya akan menambah satu titik point memberikan layanan primary health care buat warga Gaza, Palestina.
Sementara itu, Laison Officer EMT MER-C Marissa Noriti mengatakan, Tim EMT MER-C sebelumnya bertugas di sejumlah rumah sakit yakni Rumah Sakit An Najar, Rumah Sakit El Emiraty, dan Klinik Tal Al Sultan.
Lalu setelah serangan darat Israel ke Rafah, aktivitas MER-C sempat dihentikan, dan WHO melarang TIM EMT bekerja di RS Emiraty dan RS An Najjar.
"Berdasarkan informasi yang kita dapatkan dari EMT Gaza untuk saat ini tidak aman di RS An Najar dan RS El Emiraty. Tapi untuk klinik Tal Al Sultan Primary Health Care Center masih menempatkan tiga orang di sana satu dokter dan dua perawat," ucapnya.
Terakhir dia menegaskan bahwa MER-C Indonesia akan terus memberikan bantuan medis kepada warga Palestina. Jika memungkinkan pihaknya akan menambah satu titik point memberikan layanan primary health care buat warga Gaza, Palestina.
Lihat Juga :