Deklarasi KAMI, Dendam Lama yang Belum Tuntas
Selasa, 18 Agustus 2020 - 19:14 WIB
"Karena di saat dunia, bangsa kita, bahu- membahu untuk berjuang melawan ganasnya pandemi, tenaga-tenaga kesehatan kita, para penyelenggara negara bekerja keras, mereka justru menyampaikan keprihatinan-keprihatinan yang sesungguhnya juga tidak tepat atau lagu lama yang dinyanyikan kembali," katanya. (Baca juga: Deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo Bicara Proxy War dan Senjata Biologis Massal)
Karding juga menyebut secara teknis deklarasi yang dilakukan sungguh jauh dari protokoler kesehatan di tengah pandemi Covid-19. "Dan sebagai tokoh, semestinya tidak memberi contoh seperti itu," ujarnya.
Menurut dia, sebaiknya apapun perbedaan atau pendapat yang berbeda itu disampaikan dalam kerangka memberi solusi. "Mengingatkan itu tidak harus dengan kegiatan-kegiatan yang menyerang, tetapi memberikan solusi itu lebih baik dan jauh lebih maslahah (mendatangkan kebaikan)," pungkasnya.
Karding juga menyebut secara teknis deklarasi yang dilakukan sungguh jauh dari protokoler kesehatan di tengah pandemi Covid-19. "Dan sebagai tokoh, semestinya tidak memberi contoh seperti itu," ujarnya.
Menurut dia, sebaiknya apapun perbedaan atau pendapat yang berbeda itu disampaikan dalam kerangka memberi solusi. "Mengingatkan itu tidak harus dengan kegiatan-kegiatan yang menyerang, tetapi memberikan solusi itu lebih baik dan jauh lebih maslahah (mendatangkan kebaikan)," pungkasnya.
(nbs)
Lihat Juga :