Tim Hukum Nasional AMIN: Prabowo-Gibran Dulang Suara karena Intervensi Bansos
Rabu, 27 Maret 2024 - 11:00 WIB
Bambang lantas memberikan contoh bagaimana skema penyaluran bansos dan intevensi bisa memengaruhi suara. Ia pun memberikan tiga contoh survei yang dilakukan dari tiga kali pemilu ke belakang yang diikuti Prabowo.
Bambang menyinggung perolehan suara Prabowo di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang pada 2014 mendapatkan angka 21,91%. Pada 2019 angka Prabowo justru jeblok di bawah 10%, namun pada 2024 angka itu menaik signifikan hingga 75,93%. “Artinya terjadi kenaikan 66,38%,” ungkap dia.
Baca juga: Anies Baswedan Sebut Kualitas Pemilu 2024 Tak Cerminkan Kualitas Demokrasi
Menurut Bambang, perolehan angka Prabowo saat ini bukan semata-mata lantaran pemilih telah memilih calon terbaiknya. Namun semata-mata karena masifnya dugaan intervensi.
“Kami meyakini angka itu terjadi bukan karena kehebatan pemilih di dalam memilih calon terbaiknya, tetapi ada intervensi yang luar biasa terhadap bansos, dari bansos, kunjungan-kunjungan dan sebagian aparatur serta presiden sendiri,” ungkapnya.
Bambang menyinggung perolehan suara Prabowo di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang pada 2014 mendapatkan angka 21,91%. Pada 2019 angka Prabowo justru jeblok di bawah 10%, namun pada 2024 angka itu menaik signifikan hingga 75,93%. “Artinya terjadi kenaikan 66,38%,” ungkap dia.
Baca juga: Anies Baswedan Sebut Kualitas Pemilu 2024 Tak Cerminkan Kualitas Demokrasi
Menurut Bambang, perolehan angka Prabowo saat ini bukan semata-mata lantaran pemilih telah memilih calon terbaiknya. Namun semata-mata karena masifnya dugaan intervensi.
“Kami meyakini angka itu terjadi bukan karena kehebatan pemilih di dalam memilih calon terbaiknya, tetapi ada intervensi yang luar biasa terhadap bansos, dari bansos, kunjungan-kunjungan dan sebagian aparatur serta presiden sendiri,” ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :