Tim Hukum Nasional AMIN: Prabowo-Gibran Dulang Suara karena Intervensi Bansos

Rabu, 27 Maret 2024 - 11:00 WIB
loading...
Tim Hukum Nasional AMIN:...
Tim Hukum Nasional (THN) Anies-Muhaimin (AMIN) menyebut, paslon Prabowo-Gibran mendulang suara karena ada pembangian bansos yang masif. Foto/MPI/jonathan simanjuntak
A A A
JAKARTA - Tim Hukum Nasional (THN) Anies-Muhaimin (AMIN) menilai mendulangnya suara calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dilatarbelakangi adanya intervensi pembagian bantuan sosial (bansos) yang masif. THN AMIN menyinggung kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turut membagikan bansos.

Anggota THN AMIN, Bambang Widjojanto mengatakan penyaluran bansos yang luar biasa terjadi ketika Jokowi melakukan kunjungan. Bambang pun menyinggung lokasi Jawa Tengah yang kerap dikunjungi Jokowi. “Kunjungan Pak Jokowi di Jawa Tengah ada lebih dari 15 dan di daerah itu bansosnya luar biasa,” ungkap Bambang, Rabu (27/3/2024).

Hal itu, kata Bambang, juga selaras dengan keterlibatan atau pengerahan aparatur yang juga luar biasa. Sehingga menurutnya perolehan angka yang didapatkan Prabowo-Gibran menjadi mendulang. “Berdasarkan riset ini dapat ditentukan bahwa intervensi bansos, penggunaan aparat negara itu memengaruhi peningkatan suara,” sambungnya.

Baca juga: Tim Hukum AMIN: Diskualifikasi Paslon dan PSU dalam Pemilu Bukan Mustahil

Bambang lantas memberikan contoh bagaimana skema penyaluran bansos dan intevensi bisa memengaruhi suara. Ia pun memberikan tiga contoh survei yang dilakukan dari tiga kali pemilu ke belakang yang diikuti Prabowo.

Bambang menyinggung perolehan suara Prabowo di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang pada 2014 mendapatkan angka 21,91%. Pada 2019 angka Prabowo justru jeblok di bawah 10%, namun pada 2024 angka itu menaik signifikan hingga 75,93%. “Artinya terjadi kenaikan 66,38%,” ungkap dia.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Kualitas Pemilu 2024 Tak Cerminkan Kualitas Demokrasi

Menurut Bambang, perolehan angka Prabowo saat ini bukan semata-mata lantaran pemilih telah memilih calon terbaiknya. Namun semata-mata karena masifnya dugaan intervensi.

“Kami meyakini angka itu terjadi bukan karena kehebatan pemilih di dalam memilih calon terbaiknya, tetapi ada intervensi yang luar biasa terhadap bansos, dari bansos, kunjungan-kunjungan dan sebagian aparatur serta presiden sendiri,” ungkapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
MK Gelar Wisuda Purnabakti...
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
DPC Garda Satu se-Malang...
DPC Garda Satu se-Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Tegaskan Dukung Program Prabowo-Gibran
Pengalaman Panjang Arsul...
Pengalaman Panjang Arsul Sani, Dari Aktivis hingga Hakim MK
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved