Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak

Jum'at, 24 Juli 2026 - 16:49 WIB
loading...
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan tidak tren kenaikan permohonan pelepasan warga negara. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan tidak tren kenaikan permohonan pelepasan warga negara. Menurutnya, pernyataan terkait penerimaan pengajuan 300 pelepasan kewarganegaraan merupakan akumulasi dari tahun sebelumnya.

"Tak ada (peningkatan), akumulasi yang saya sampaikan, ya. Jadi, itu akumulasi angka kemarin saya sebut itu, akumulasi ada yang setahun lalu, ada yang sekarang dan lain-lain sebagainya," kata Supratman di Graha Pengayoman, Kemenkum, Jumat (24/7/2026).

Supratman mengungkapkan, jumlah pengajuan WNA yang ingin menjadi WNI melalui naturalisasi murni justru lebih banyak. Namun, dari ribuan pengajuan yang ada, hanya beberapa yang disetujui pada 2025. "Dari ribuan permohonan lima kalau enggak salah," ujarnya.

Baca juga: Menkum: Menjadi Tentara Asing Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan, Butuh Proses Hukum jika Ingin Kembali WNI



Ia melanjutkan, pihaknya juga melakukan verifikasi secara ketat bagi para pihak yang mengajukan pelepasan kewarganegaraan. "Kenapa sekarang jauh lebih sulit? Karena kan kita sudah punya kasus. Tiba-tiba ada orang yang memiliki paspor. Eh, ternyata berkasus di Indonesia. Nah, sekarang kita verifikasi," ucapnya.

"Kalau sekarang anaknya yang bermohon, ini kan banyak yang anak nih ya, kira-kira bermohon. Jangan-jangan di perusahaan si orang tuanya dia ada di situ, kemudian tiba-tiba ada masalah di pajak, semua harus kita konfirmasi," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
Di Forum Dialog 194...
Di Forum Dialog 194 Negara, Menkum Supratman Dorong Tata Kelola Royalti untuk Musik dan Jurnalistik
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Polri Tetapkan 287 WNA...
Polri Tetapkan 287 WNA Tersangka Kasus Markas Judi Online Jalan Hayam Wuruk Jakarta
Rekomendasi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
Gandeng Raisa dan Eross...
Gandeng Raisa dan Eross Candra, iForte & Protelindo Group Rilis Lagu Cahaya Hati
Berita Terkini
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Dari Mimbar ke Layar,...
Dari Mimbar ke Layar, Ketika Algoritma Jadi Guru Agama
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved