Anggota Polri Gugur di Papua, Pengamat: Prajurit Harus Dibekali Ilmu Perang Asimetrik dan Pengetahuan Intelijen
Rabu, 20 Maret 2024 - 17:06 WIB
Mantan anggota Komisi l DPR ini menilai, masalah di Papua yang berkembang saat ini karena ada beberapa akar yang harus di atasi. Antara lain, pertama menurut UU Otsus 2001 pembentukan pengadilan HAM dan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
"Kedua, kecenderungan dominasi politik di birokrasi dan parlemen daerah oleh kelompok pendatang. Dalam hal ini Otsus dianggap tidak berpihak pada Orang Asli Papua (OAP)," katanya.
Baca juga: 2 Polisi Gugur Ditembak KKB di Paniai Papua Tengah, 2 Senapan AK-47 Hilang
Ketiga, Papua menginginkan partai politik lokal seperti di Aceh. Keempat, Kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua bersumber dari perdebatan soal sejarah reintegrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Dalam mekanisme pengiriman prajurit ke Papua, prajurit harus dibekali lebih banyak ilmu perang hutan (gerilya) dan peperangan Asimetrik, juga bahasa setempat serta komunikasi antarbudaya dan pemahaman wilayah lebih optimal," ucapnya.
"Kedua, kecenderungan dominasi politik di birokrasi dan parlemen daerah oleh kelompok pendatang. Dalam hal ini Otsus dianggap tidak berpihak pada Orang Asli Papua (OAP)," katanya.
Baca juga: 2 Polisi Gugur Ditembak KKB di Paniai Papua Tengah, 2 Senapan AK-47 Hilang
Ketiga, Papua menginginkan partai politik lokal seperti di Aceh. Keempat, Kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua bersumber dari perdebatan soal sejarah reintegrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Dalam mekanisme pengiriman prajurit ke Papua, prajurit harus dibekali lebih banyak ilmu perang hutan (gerilya) dan peperangan Asimetrik, juga bahasa setempat serta komunikasi antarbudaya dan pemahaman wilayah lebih optimal," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :