Raih Bintang Jasa Utama, Ini Respons Ahmad Basarah
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 14:24 WIB
Menurut dia, Pasal 28 ayat (3), menyebutkan ada syarat khusus yang mengatur pemberian gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan. Penerima Bintang Jasa adalah orang-orang yang dianggap berjasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara, pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang bermanfaat bagi bangsa dan negara dan/atau darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional. "Saya yakin Mas Ahmad Basarah memenuhi semua kriteria itu," jelas Dosen Universitas Jember Jawa Timur ini.
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menambahkan, Basarah memang layak dianugerahi penghormatan prestisius itu karena pengabdiannya, jasa, dan karyanya buat bangsa sudah memenuhi syarat bagi Ketua DPP PDI Perjuangan itu mendapatkan kehormatan tersebut.
"Ahmad Basarah kan selama ini memang lebih dikenal sebagai politisi yang sangat menaruh perhatian terhadap persoalan ideologi negara. Dia bukan hanya meluangkan waktu untuk memasyarakatkan Pancasila sebagai salah satu tugas pimpinan MPR, tapi juga rajin dan tekun mengkaji dan meneliti Pancasila secara komprehensif," tuturnya.
Dalam catatannya, selama Juni 2020 atau yang disebut dengan Bulan Bung Karno, Basarah mengadakan lebih dari 20 kali webinar dengan sejumlah forum dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. dari pagi sampai malam tentang ideologi negara ini," tandas Karyono.
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menambahkan, Basarah memang layak dianugerahi penghormatan prestisius itu karena pengabdiannya, jasa, dan karyanya buat bangsa sudah memenuhi syarat bagi Ketua DPP PDI Perjuangan itu mendapatkan kehormatan tersebut.
"Ahmad Basarah kan selama ini memang lebih dikenal sebagai politisi yang sangat menaruh perhatian terhadap persoalan ideologi negara. Dia bukan hanya meluangkan waktu untuk memasyarakatkan Pancasila sebagai salah satu tugas pimpinan MPR, tapi juga rajin dan tekun mengkaji dan meneliti Pancasila secara komprehensif," tuturnya.
Dalam catatannya, selama Juni 2020 atau yang disebut dengan Bulan Bung Karno, Basarah mengadakan lebih dari 20 kali webinar dengan sejumlah forum dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. dari pagi sampai malam tentang ideologi negara ini," tandas Karyono.
(nbs)
Lihat Juga :