Jaga Persatuan Jelang Pemilu, Dema UIN Surakarta Deklarasi Politik Damai
Jum'at, 09 Februari 2024 - 21:50 WIB
“Menggalakkan kegiatan edukatif dan literatif tentang politik kepada mahasiswa memang menjadi fardhu. Bekal kepekaan politik mahasiswa terutama dalam mengantisipasi praktik politik kasar, penuh kekerasan, dan disintegrasi, harus terus dilakukan melalui instrumen kampus,” terang Mustaqim.
“DEMA dan segenap civitas akademik UIN Surakarta berkomitmen sejak awal mengawal proses demokrasi, termasuk pemilu, berjalan aman dan berintegritas. Kampus, sebagai lumbung intelektual, harus lebih aksesebel memberikan penguatan pengetahuan politik terhadap mahasiswa,” lanjutnya.
Sementara, akademisi UIN Raden Mas Said, M. Zainal Anwar, berharap kegiatan edukatif tentang kepemiluan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengedepankan politik rasional daripada praktik politik yang bersinggungan dengan identitas dan SARA.
“Jelang pemungutan suara, potensi konflik sangat lebar. Psikologi massa pemilih hari ini cenderung lebih labil dan agresif. Pada Saat yang sama, mahasiswa harus mengambil peran untuk konsisten menjaga kontestasi politik tetap berada pada jalur persaudaraan dan kerukunan,” jelas Zainal.
Adapun kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar kampus UIN Surakarta. Setelah sesi dialog, kegiatan dilanjut dengan pembacaan deklarasi pemilu damai yang memuat lima poin komitmen. Deklarasi dipimpin Ketua DEMA dan diikuti oleh semua peserta dan stakeholder kampus yang hadir.
“DEMA dan segenap civitas akademik UIN Surakarta berkomitmen sejak awal mengawal proses demokrasi, termasuk pemilu, berjalan aman dan berintegritas. Kampus, sebagai lumbung intelektual, harus lebih aksesebel memberikan penguatan pengetahuan politik terhadap mahasiswa,” lanjutnya.
Sementara, akademisi UIN Raden Mas Said, M. Zainal Anwar, berharap kegiatan edukatif tentang kepemiluan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengedepankan politik rasional daripada praktik politik yang bersinggungan dengan identitas dan SARA.
“Jelang pemungutan suara, potensi konflik sangat lebar. Psikologi massa pemilih hari ini cenderung lebih labil dan agresif. Pada Saat yang sama, mahasiswa harus mengambil peran untuk konsisten menjaga kontestasi politik tetap berada pada jalur persaudaraan dan kerukunan,” jelas Zainal.
Adapun kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar kampus UIN Surakarta. Setelah sesi dialog, kegiatan dilanjut dengan pembacaan deklarasi pemilu damai yang memuat lima poin komitmen. Deklarasi dipimpin Ketua DEMA dan diikuti oleh semua peserta dan stakeholder kampus yang hadir.
(maf)
Lihat Juga :