Ronny Talapessy TPN Sindir Prabowo-Gibran Menang di Survei, tapi Sepi di Lapangan
Kamis, 08 Februari 2024 - 17:11 WIB
Lebih lanjut dia mengatakan, ketidakpuasan publik sebenarnya wajar. Dia menambahkan, kalau calon pemimpin sudah mengakali hukum, melanggar etika, ini akan menjadi contoh buruk, seolah-olah kekuasaan dapat seenaknya menggunakan hukum sesuai kepentingannya sendiri.
“Kemajuan fisik suatu bangsa harus dibangun di atas fondasi negara hukum yang adil, menghormati norma-norma dan etika yang ada. Di titik inilah profil Ganjar-Mahfud terlihat sangat tepat untuk mengisi kelemahan Jokowi,” imbuhnya.
Dia mengatakan, hari-hari ini justru mesin partai pendukung Ganjar-Mahfud semakin militan bergerak di akar rumput. “Banteng-banteng ketaton terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, solid menjaga basis suara. Sementara partai-partai pendukung lain aktif memperluas basis dukungan,” ungkapnya.
“Kader-kader ini mengetuk pintu-pintu rumah warga dan meyakinkan rakyat bahwa hanya Ganjar-Mahfudlah yang paling tepat meneruskan, mempercepat, dan memperbaiki program-program Nawacita. Aksi-aksi militan ini saya yakin akan membawa efek lompatan kualitatif pada 14 Februari nanti,” pungkasnya.
“Kemajuan fisik suatu bangsa harus dibangun di atas fondasi negara hukum yang adil, menghormati norma-norma dan etika yang ada. Di titik inilah profil Ganjar-Mahfud terlihat sangat tepat untuk mengisi kelemahan Jokowi,” imbuhnya.
Dia mengatakan, hari-hari ini justru mesin partai pendukung Ganjar-Mahfud semakin militan bergerak di akar rumput. “Banteng-banteng ketaton terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, solid menjaga basis suara. Sementara partai-partai pendukung lain aktif memperluas basis dukungan,” ungkapnya.
“Kader-kader ini mengetuk pintu-pintu rumah warga dan meyakinkan rakyat bahwa hanya Ganjar-Mahfudlah yang paling tepat meneruskan, mempercepat, dan memperbaiki program-program Nawacita. Aksi-aksi militan ini saya yakin akan membawa efek lompatan kualitatif pada 14 Februari nanti,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :