Ronny Talapessy TPN Sindir Prabowo-Gibran Menang di Survei, tapi Sepi di Lapangan

Kamis, 08 Februari 2024 - 17:11 WIB
loading...
Ronny Talapessy TPN...
Direktur Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Ronny Talapessy menanggapi hasil survei terbaru Populi Center yang menempatkan Prabowo-Gibran di urutan teratas. Foto/Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Direktur Hukum Tim Pemenangan Nasional ( TPN ) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Ronny Talapessy menanggapi hasil survei terbaru Populi Center yang menempatkan Prabowo-Gibran di urutan teratas. Ronny menilai hasil survei terbaru Populi Center tersebut sekadar upaya menebar dan menciptakan efek ikut-ikutan (bandwagon effect).

“Dengan tujuan mengarahkan calon pemilih pada sesuatu yang sedang menjadi tren. Calon pemilih sedang coba dikepung agar mengira bahwa paslon tertentu, dalam hal ini paslon 02 Prabowo-Gibran yang selalu unggul selama proses kampanye,” kata Ronny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/2/2024).

Dia melanjutkan, tren lain yang diupayakan sejak awal proses kampanye adalah pemilu satu putaran. “Demikian pula soal approval rating Presiden Joko Widodo yang selalu tinggi dan dikait-kaitkan dengan sosok Gibran. Semua upaya ini dapat dibaca dan dimaknai dalam skema upaya menciptakan bandwagon effect tadi,” tuturnya.

Namun, kata dia, realitas di lapangan justru menunjukkan banyak sekali dinamika. Dia menuturkan, proses politik terus berdialektika. “Dua pekan terakhir misalnya, kita bisa melihat bagaimana kampanye terbuka paslon 03 di kota-kota di Jawa sangat jauh lebih ramai dipenuhi massa rakyat. Justru kampanye-kampanye paslon 02 seringkali sepi. Ini unik, karena selalu menang di survei, tapi sepi di lapangan,” katanya.

Adapun soal approval rating Jokowi juga saat ini mendapat tantangan berat karena kritikan para akademisi. Dia mengungkapkan, masyarakat bisa menilai dengan kritis kinerja presiden. Soal membangun dari pinggiran, Indonesia sentris, infrastruktur, tentu menjadi poin penting sebagai legacy Jokowi.

“Tapi sangat disayangkan, rapor Presiden Joko Widodo dalam hal menjaga, merawat, dan memperkuat demokrasi, memperkuat negara hukum, justru berada di titik kritis sejak kasus MKMK yang melibatkan Paman Usman kemarin. Rakyat ingin pembangunan infrastruktur dapat ditopang oleh demokrasi yang sehat dan hukum yang adil,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ketidakpuasan publik sebenarnya wajar. Dia menambahkan, kalau calon pemimpin sudah mengakali hukum, melanggar etika, ini akan menjadi contoh buruk, seolah-olah kekuasaan dapat seenaknya menggunakan hukum sesuai kepentingannya sendiri.

“Kemajuan fisik suatu bangsa harus dibangun di atas fondasi negara hukum yang adil, menghormati norma-norma dan etika yang ada. Di titik inilah profil Ganjar-Mahfud terlihat sangat tepat untuk mengisi kelemahan Jokowi,” imbuhnya.

Dia mengatakan, hari-hari ini justru mesin partai pendukung Ganjar-Mahfud semakin militan bergerak di akar rumput. “Banteng-banteng ketaton terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, solid menjaga basis suara. Sementara partai-partai pendukung lain aktif memperluas basis dukungan,” ungkapnya.

“Kader-kader ini mengetuk pintu-pintu rumah warga dan meyakinkan rakyat bahwa hanya Ganjar-Mahfudlah yang paling tepat meneruskan, mempercepat, dan memperbaiki program-program Nawacita. Aksi-aksi militan ini saya yakin akan membawa efek lompatan kualitatif pada 14 Februari nanti,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Survei, Kejagung...
Hasil Survei, Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Anak Muda
Survei Membuktikan 70,77%...
Survei Membuktikan 70,77% Publik Puas dengan Kepemimpinan Prabowo
Mayoritas Publik Tolak...
Mayoritas Publik Tolak Wacana Pelengseran, Stabilitas Jadi Pertimbangan Utama
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
BSKDN Kemendagri Terapkan...
BSKDN Kemendagri Terapkan Rasch Model untuk Memperkuat Kualitas Kebijakan
Sjafrie Sjamsoeddin...
Sjafrie Sjamsoeddin Dinilai Berpotensi Jadi Matahari Baru di Pilpres 2029
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Mengejutkan! Konsumen...
Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI
Rekomendasi
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved