Ganjar Sampaikan Banyak Data Pertahanan di Debat Capres ke-3, TPN: Semua Itu Bukan Bersifat Rahasia
Senin, 08 Januari 2024 - 18:58 WIB
Dirinya mencontohkan ketika dalam debat Ganjar mencecar Prabowo terkait Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Forces (MEF) hanya 65,49% dari target 79%. Andi menjelaskan data capaian 65,49% didapatkan dari laman Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko polhukam) melalui Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP).
"Jadi misalnya ada data pencapaian MEF 2024 yang 2023 bulan September ada di angka 65 persen. Data itu kami dapatkan di websitenya Menko polhukam, di LAKIP, kalau masuk ke LAKIP ada deputi I, II, III, IV, lalu Deputi IV adalah Deputi Pertahanan Negara, ada dokumen publiknya dibuka," jelasnya.
Dia melanjutkan ketika Ganjar menyampaikan alokasi anggaran belanja pertahanan yang menurun dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB), data tersebut diperoleh dari International Institute for Strategic Studies (IISS) London.
"Ketika Mas Ganjar misalnya menjabarkan bahwa alokasi anggaran belanja pertahanan kita dibandingkan dengan PDB itu cenderung menurun, ya sumber data kami adalah IISS di London yang setiap Februari biasanya mengeluarkan military balance," paparnya.
Dia menyebut semua yang telah dipersiapkan merupakan data yang relevan dalam debat itu. Dia melihat penting untuk menyampaikan data-data tersebut untuk menunjukkan kondisi Indonesia secara objektif.
"Jadi misalnya ada data pencapaian MEF 2024 yang 2023 bulan September ada di angka 65 persen. Data itu kami dapatkan di websitenya Menko polhukam, di LAKIP, kalau masuk ke LAKIP ada deputi I, II, III, IV, lalu Deputi IV adalah Deputi Pertahanan Negara, ada dokumen publiknya dibuka," jelasnya.
Dia melanjutkan ketika Ganjar menyampaikan alokasi anggaran belanja pertahanan yang menurun dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB), data tersebut diperoleh dari International Institute for Strategic Studies (IISS) London.
"Ketika Mas Ganjar misalnya menjabarkan bahwa alokasi anggaran belanja pertahanan kita dibandingkan dengan PDB itu cenderung menurun, ya sumber data kami adalah IISS di London yang setiap Februari biasanya mengeluarkan military balance," paparnya.
Dia menyebut semua yang telah dipersiapkan merupakan data yang relevan dalam debat itu. Dia melihat penting untuk menyampaikan data-data tersebut untuk menunjukkan kondisi Indonesia secara objektif.
Lihat Juga :