TPN Ganjar-Mahfud Sesalkan Pengeroyokan di Boyolali: Tak Boleh Ada Warga Meninggal karena Beda Pendapat
Rabu, 03 Januari 2024 - 18:33 WIB
Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis menghadiri konferensi pers di Gedung TPN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024). Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyesalkan penyerangan relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali dan Yogyakarta. TPN menilai perbedaan pendapat tidak boleh menghilangkan nyawa seseorang.
“Apa yang terjadi di Boyolali dan Yogyakarta itu kita sangat sesalkan dan kita tidak boleh ada seorang warga negara pun yang meninggal karena perbedaan pendapat,” kata Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis dalam konferensi pers di Gedung TPN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).
Baca juga: 6 Oknum TNI Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan Relawan, Ini Kata Ganjar
Menyusul kejadian ini, TPN memastikan jajaran TPN hingga Tim Pemenangan Daerah dan Partai Pengusung Ganjar-Mahfud akan berkomitmen menciptakan Pemilu tertib dan damai.
“Apa yang terjadi di Boyolali dan Yogyakarta itu kita sangat sesalkan dan kita tidak boleh ada seorang warga negara pun yang meninggal karena perbedaan pendapat,” kata Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis dalam konferensi pers di Gedung TPN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).
Baca juga: 6 Oknum TNI Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan Relawan, Ini Kata Ganjar
Menyusul kejadian ini, TPN memastikan jajaran TPN hingga Tim Pemenangan Daerah dan Partai Pengusung Ganjar-Mahfud akan berkomitmen menciptakan Pemilu tertib dan damai.
Lihat Juga :