Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 12:21 WIB
Effendi mengaku tidak mengerti mengapa hal itu yang dijadikan permasalahan sehingga Jokowi harus mempertontonkan kemarahannya di ruang publik. "Jadi kita dipertontonkan tontonan yang enggak penting. Saya bukan dalam rangka membanding-bandingkan, tapi saya, kita mungkin hanya ada di Indonesia ada gambar begitu, ada film mengenai pemimpinnya marah-marah ke bawahannya dipublikasikan. Bagi rakyat yang semua ngalamin (dampak Corona), enggak penting melihat gambar begitu."
Dia menilai hal yang penting dilakukan Jokowi adalah menjelaskan kepada rakyat kondisi yang sebenarnya dan apa langkah nyata yang dilakukan pemerintah dalam menangani COVID-19. "Jelaskan kami begini-begini, dari anggaran ini sekian, jelaskan, itu yang lebih penting. Ada press release juga dari presiden. Seperti yang dilakukan PM Lee, PM Malaysia, Donald Trump, semua rilis begini (langkah penanganan COVID-19). Enggak Donald Trump marah-marahin pembantunya terus kita tonton, enggak penting bagi rakyat Indonesia. Itu tontonan yang nggak mendidik, enggak ada manfaatnya sedikitpun bagi rakyat," paparnya. (Baca juga: PKS: Marah Sekali Wajar, Berkali-kali Cenderung Sakit )
Ditambahkan Effendi, di tengah kondisi yang serba sulit saat ini, hal yang perlu dilakukan adalah memperbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon perlindungan dan kesabaran agar bisa melalui cobaan ini dengan baik. "Coba lihat lingkungan sekitar kita, kalau enggak karena hidup dengan kekuatan iman, sudah habis semua kita. Dari mulai Januari sampai sekarang, habis kita. Itu kembali meditasi dengan kearifan, dengan kekhusyuan, ada pertobatan. Enggak perlu dipertontonkan, berapa pihak sih, segelintir orang yang peduli ke politik sekarang," tutupnya.
Dia menilai hal yang penting dilakukan Jokowi adalah menjelaskan kepada rakyat kondisi yang sebenarnya dan apa langkah nyata yang dilakukan pemerintah dalam menangani COVID-19. "Jelaskan kami begini-begini, dari anggaran ini sekian, jelaskan, itu yang lebih penting. Ada press release juga dari presiden. Seperti yang dilakukan PM Lee, PM Malaysia, Donald Trump, semua rilis begini (langkah penanganan COVID-19). Enggak Donald Trump marah-marahin pembantunya terus kita tonton, enggak penting bagi rakyat Indonesia. Itu tontonan yang nggak mendidik, enggak ada manfaatnya sedikitpun bagi rakyat," paparnya. (Baca juga: PKS: Marah Sekali Wajar, Berkali-kali Cenderung Sakit )
Ditambahkan Effendi, di tengah kondisi yang serba sulit saat ini, hal yang perlu dilakukan adalah memperbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon perlindungan dan kesabaran agar bisa melalui cobaan ini dengan baik. "Coba lihat lingkungan sekitar kita, kalau enggak karena hidup dengan kekuatan iman, sudah habis semua kita. Dari mulai Januari sampai sekarang, habis kita. Itu kembali meditasi dengan kearifan, dengan kekhusyuan, ada pertobatan. Enggak perlu dipertontonkan, berapa pihak sih, segelintir orang yang peduli ke politik sekarang," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :