Menakar Peluang Puan dan AHY di 2024, Pengamat: Mentok Jadi Cawapres

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 11:29 WIB
Adapun AHY, Ujang menilai, penerus trah politik SBY itu harus mampu meyakinkan partai-partai lain. Karena jika ingin maju sebagai capres atau cawapres harus bangun koalisi dengan banyak partai.

Kendala utama AHY tak punya jabatan di pemerintahan. Sehingga, sulit untuk mengukur keberhasilannya. AHY dianggapnya tak menjadi menteri sehingga rakyat tidak bisa menilai kinerjanya secara riil.

"Karena berdasarkan pengalaman SBY di 2004, dia menang di Pilpres mengalahkan Megawati, karena waktu itu posisinya Menko Polhukam. Namun jika AHY ingin leading dan ingin bersaing di Pilpres 2024, tidak ada kata lain, selain menggenjot popularitas dan elektabilitasnya," tutur dia. (Baca juga: Kemenkumham Sahkan Kubu Muchdi PR, Tommy Soeharto Diyakini Bakal Melawan)

"Jika popularitas dan elektabilitasnya rendah, maka partai-partai akan lari. Namun jika popularitas dan elektabilitas AHY tinggi hingga menjelang Pilpres nanti, maka partai-partai politik pun akan banyak yang meminangnya," sambungnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!