Keserumpunan Budaya Melayu: Adaptasi Mahasiswa Indonesia di Malaysia

Senin, 02 Oktober 2023 - 12:38 WIB
Berdasarkan data yang diperoleh dari (Badan Statistik UNESCO, 2022), disebutkan bahwa Malaysia menduduki peringkat ke-2 sebagai negara tujuan pendidikan terpopuleruntuk pelajar asal Indonesia dengan jumlah siswa 8.440 orang pada tahun 2022. Malaysia sendiri pun menyatakan dirinya punya kualitas pendidikan yang berada di atas Indonesia yang menjadikan hal ini menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa pelajar internasional yang ingin memilih Malaysia.

Malaysia merupakan sebuah negara yang banyak dikira oleh orang Indonesia memiliki kebudayaan dan bahasa yang sangat mirip dengan Indonesia yang menjadikan banyak orang mengira bahwa beradaptasi dengan budaya dan bahasa di Malaysia merupakan suatu hal yang mudah.

Seperti kita ketahui, Indonesia dan Malaysia mendefinisikan dirinya sebagai orang Melayu, dimanamereka menyebut dirinya serumpun. Berbagai literatur diterbitkan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam sering menyebut bahwa mereka adalah orang Melayu dan memiliki keturunan yang sama.

Adapun asal usul kata Melayu pertama kali muncul dalam catatan sejarah sekitar abad kedua masehi. Claudius Ptolemaeus atau lebih dikenal dengan Ptolemy menyebutkan adanya tanjung di Semenanjung Melayu bernama Maleuo-kolon, yang diyakini berasal dari bahasa Sansekerta Malaya yaitu kolam.

Orang Melayu bisa dikatakan sudah mulai berdatangan ke Indonesia pada abad ke-7, dan hal ini diperkuat dengan bukti dengan bangsa Melayu telah menjadi bagian dari Kerajaan Sriwijaya.

Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya mengalami masa kejayaan relatif cepat karena lokasinya yang sangat strategis di Selat Malaka, menjadi pusat perdagangan penting selama berabad-abad lamanya. Banyak saudagar dari timur dan barat serta dari Kepulauan Nusantara bertemu dan mengadakan transaksi dagang. Tentu saja bahasa Melayu, atau semacam bahasa Melayu kuno, menjadi bahasa para saudagar itu.

Itulah sebabnya bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Kerajaan Sriwijaya. Dengan demikian, Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat kegiatan manusia dan pusat administrasi kerajaan dan daerah-daerah taklukannya.

Selain itu, Sriwijaya juga merupakan pusat pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan. Menurut Mees, Sriwijaya mendirikan suatu perguruam tinggi Buddha yang mahasiswanya datang dari semua penjuru kawasan yang dikuasainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!