Mengebor Investasi di Pusaran Transisi Energi
Sabtu, 16 September 2023 - 08:29 WIB
Meskipun tak lagi menjadi pemain utama dari energi fosil, namun sejatinya Indonesia masih memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum menghasilkan pundi-pundi devisa negara dari kenaikan harga minyak. Pada perdagangan Jumat (15/9/2023) harga minyak jenis Brent menguat 0,34% ke posisi USD94,02 per barel. Sedangkan harga minyak jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) naik 0,57% ke posisi USD90,67 per barel, yang menjadi rekor harga tertinggi di 2023.
baca juga: SKK Migas Terus Dorong Peningkatan Investasi Sektor Hulu
Seolah tak mau kehilangan momentum yang memiliki pattern berulang setiap waktu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) kembali menggelar The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG). Perhelatan ke-4 yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 20-22 September 2023 ini diharapkan bisa ikut mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas serta pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Peningkatan produksi migas membutuhkan investasi. Berdasarkan data SKK Migas, dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi di sektor hulu migas terus mengalami kenaikan. Tahun ini, investasi di hulu migas ditargetkan mencapai USD15,5 miliar atau lebih tinggi 26 persen dibanding realisasi 2022.
Target tersebut juga tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global yang sebesar 6,5%. Namun demikian, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan, walaupun iklim investasi terus membaik, Indonesia masih harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik investor.
Hingga 2030 secara rata-rata dibutuhkan investasi sebesar USD18 miliar per tahun. Realisasi investasi dalam tiga tahun terakhir yang terus meningkat menunjukkan saat ini iklim investasi hulu migas di Indonesia terus membaik, namun harus harus terus diperbaiki dan ditingkatkan karena saat ini Indonesia masih menempati peringkat 9 dari 14 negara di Asia Pasifik dari segi daya tarik investasi.
Nanang menambahkan, isu-isu yang masih menghambat upaya-upaya untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas perlu segera dicarikan solusi. Peningkatan investasi akan mendorong kegiatan operasional hulu migas yang lebih masif, sehingga kegiatan seperti workover, well service, pemboran eksplorasi dan pemboran eksploitasi akan terus tertambah.
baca juga: SKK Migas Terus Dorong Peningkatan Investasi Sektor Hulu
Seolah tak mau kehilangan momentum yang memiliki pattern berulang setiap waktu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) kembali menggelar The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG). Perhelatan ke-4 yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 20-22 September 2023 ini diharapkan bisa ikut mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas serta pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Peningkatan produksi migas membutuhkan investasi. Berdasarkan data SKK Migas, dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi di sektor hulu migas terus mengalami kenaikan. Tahun ini, investasi di hulu migas ditargetkan mencapai USD15,5 miliar atau lebih tinggi 26 persen dibanding realisasi 2022.
Target tersebut juga tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global yang sebesar 6,5%. Namun demikian, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan, walaupun iklim investasi terus membaik, Indonesia masih harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik investor.
Hingga 2030 secara rata-rata dibutuhkan investasi sebesar USD18 miliar per tahun. Realisasi investasi dalam tiga tahun terakhir yang terus meningkat menunjukkan saat ini iklim investasi hulu migas di Indonesia terus membaik, namun harus harus terus diperbaiki dan ditingkatkan karena saat ini Indonesia masih menempati peringkat 9 dari 14 negara di Asia Pasifik dari segi daya tarik investasi.
Nanang menambahkan, isu-isu yang masih menghambat upaya-upaya untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas perlu segera dicarikan solusi. Peningkatan investasi akan mendorong kegiatan operasional hulu migas yang lebih masif, sehingga kegiatan seperti workover, well service, pemboran eksplorasi dan pemboran eksploitasi akan terus tertambah.
Lihat Juga :