Cerita Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Senang dan Haru
Senin, 28 Agustus 2023 - 08:43 WIB
"Banyak di antara mereka dicabut paspornya, menjadi stateless, terdampar dan terpaksa menetap di luar negeri," ucapnya.
Melalui pertemuan ini, Mahfud dapat merasakan semangat korban 1965 dalam mencintai Indonesia tidak pernah padam. Hal itu terlihat dari antusias korban yang saat ini menetap di negara lain atau di luar Belanda.
Mereka sengaja datang ketika mendengar informasi bahwa pemerintah Indonesia akan menemui eksil korban 1965 di Belanda.
"Ibu Ning misalnya, yang sudah berusia 79 tahun. Dia rela menyetir sendiri dari Aachen, Jerman (sekitar 237 km) untuk datang dan bertemu serta berdialog dengan kami. Banyak juga yang dari negara-negara lain mengikuti pertemuan secara daring," katanya.
Melalui pertemuan ini, Mahfud dapat merasakan semangat korban 1965 dalam mencintai Indonesia tidak pernah padam. Hal itu terlihat dari antusias korban yang saat ini menetap di negara lain atau di luar Belanda.
Mereka sengaja datang ketika mendengar informasi bahwa pemerintah Indonesia akan menemui eksil korban 1965 di Belanda.
"Ibu Ning misalnya, yang sudah berusia 79 tahun. Dia rela menyetir sendiri dari Aachen, Jerman (sekitar 237 km) untuk datang dan bertemu serta berdialog dengan kami. Banyak juga yang dari negara-negara lain mengikuti pertemuan secara daring," katanya.
Lihat Juga :