SDGs Kesehatan dan Litbang

Sabtu, 01 April 2023 - 17:17 WIB
Dari 17 goal tersebut,goalketiga secara jelas mengacu pada kesehatan. Goal yang dimaksud adalah “Good Health and Well-Being” dan dalam rinciannya ditulis sebagai “Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages”.

Tentu saja berbagai goal SDG lain juga secara tidak langsung berhubungan dengan kesehatan. Yang hubungannya tampak lebih dekat dengan kesehatan adalah seperti goal nomor satu tentang kemiskinan, goal kedua mengenai kelaparan dan keamanan pangan serta goal keempat tentang pendidikan. Ada pula berbagai goal lain seperti kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, air dan sanitasi, kota dan pemukiman sehat, perubahan iklim (“climate change”).

Sementara itu, ada juga berbagai goal yang lain yang juga sebenarnya tentu berhubungan secara tidak langsung dengan kesehatan dalam berbagai aspek umumnya. Ini antara meliputi goal ketujuh tentang energi, goal kedelapan di bidang pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, goal kesembilan yang membahas infrastruktur, goal kesepuluh tentang kesenjangan antarnegara dan goal 14 mengenai sumber daya di laut dan samudera.

Target lainnya adalah goal ke-15 yang mencakup ekosistem, hutan dan biodiversitas, goal ke-16 tentang kedamaian dan inklusivitas dalam pembangunan berkelanjutan serta goal ke-17 mengenai kerja sama global.

Penelitian dan Pengembangan

Dalam hal penelitian dan pengembangan (Litbang) kesehatan, point 3.b SDG secara jelas menyebutkan tentang obat dan vaksin, di mana dinyatakan “Support the research and development of vaccines and medicines for the communicable and noncommunicable diseases that primarily affect developing countries, provide access to affordable essential medicines and vaccines.

Dalam kajian lebih lanjut, maka setidaknya ada lima peran penting riset untuk menunjang keberhasilan implementasi SDGs.Pertama, para ilmuwan perlu menetukan “devise metrics” untuk menilai kemajian dari setiap komponen SDG. Semua goal harus di kuantifikasi sehingga dapat dinilai perkembangannya secara jelas terukur (“measurable, comparable and achievable”).

Kedua, para peneliti bersama pemerintah harus menentukan nilai mana yang akan ditelusuri, dan menetapkan mekanisme monitoring untuk mendapatkan, menganalisa dan menginterpertasi data.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!