Produksi Tas Bantuan Sosial Kemensos Serap 30.000 Pekerja

Sabtu, 18 Juli 2020 - 23:50 WIB
Hartono mengatakan, pandemi COVID-19 telah memukul sektor industri di Tanah Air. Tak sedikit karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan oleh perusahaan. Mereka membutuhkan pekerjaan. Para tenaga kerja tersebut bisa diberdayakan untuk membuat goodie bag bansos.

"Ada multiplier effect dengan melibatkan masyarakat terdampak pandemi COVID-19 sehingga kondisi perekonomian daerah bangkit di masa pandemi COVID-19," ujarnya.

Hartono berharap program pemberdayaan masyarakat untuk bansos sembako berlanjut hingga pandemi COVID-19 hilang. Kemensos berkomitmen mempercepat penyaluran bansos kepada warga miskin sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).(Baca juga: DPR Dukung Usul Penambahan Anggaran Kemensos untuk Bansos )

Sementara itu, Presdir PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto menyatakan ada 30 mitra kerja yang dilibatkan dalam pembuatan tas bansos pangan Kemensos. Puluhan mitra kerja itu tersebar di wilayah Soloraya. Iwan memperkirakan jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam pembuatan tas bansos pangan sekitar 30.000 orang.

Iwan mengapresiasi komitmen Kemensos yang berupaya membantu warga terdampak pandemi COVID-19, juga memberdayakan para pelaku UMKM dan masyarakat yang berimplikasi pada menggeliatnya perekonomian daerah. "Ibarat ikan kena air bakal hidup kembali. Hal ini terobosan baru di sektor industri. Karyawan jangan di-PHK tapi diberi pekerjaan agar mendapat penghasilan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!