Koalisi LSM Desak Jokowi Batalkan Eksekusi Mati

Minggu, 26 April 2015 - 17:08 WIB
Koalisi LSM Desak Jokowi...
Koalisi LSM Desak Jokowi Batalkan Eksekusi Mati
A A A
JAKARTA - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Antihukuman Mati menuntut Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) membatalkan rencana eksekusi sejumlah terpidana mati.

Koalisi menilai selain bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia, adanya ketidakadilan dalam proses hukum semakin menunjukkan hukuman mati tidak cocok diterapkan terhadap terpidana.

Juru bicara Human Right Working Group (HRWG) M Hafiz mengatakan berdasarkan sejumlah penelitian terungkap adanya pelanggaran aparat penegak hukum ketika menangani kasus terpidana mati.

"Pelanggaran mulai dari tidak adanya penerjemah bahasa bagi terpidana warga negara asing, tidak ada pendampingan pengacara bagi sebagian besar terpidana, hingga lalainya aparat penegak hukum menyikapi Peninjauan Kembali (PK) kasus tersebut," tutur Hafiz dalam konferensi pers di Kantor HRWG di Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2015).

Menurut hukum HAM internasional, kata Hafiz, prinsip fair trial atau peradilan yang adil menjadi bagian penting dari proses hukum yang tidak dapat dipisahkan. Pasalnya, lanjut dia, hal tersebut terkait dengan penghukuman yang akan diterima oleh terpidana.

Hafiz menambahkan ketika proses penanganan sebuah perkara ternyata tidak memenuhi prinsip fair trial maka putusan tersebut diduga kuat memiliki cacat hukum.

"Dalam hal ini, menghentikan rencana eksekusi hukuman mati yang akan dilakukan akhir April ini merupakan kehasrusan sikap yang harus diambil oleh pemerintah Jokowi," kata Hafiz.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung berencana untuk melaksanakan eksekusi terhadap 10 terpidana mati. Dua di antaranya adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua warga negara Australia yang divonis mati dalam kasus penyelundupan heroin pada 2005 silam. (Baca: Soal Hukuman Mati, Kejagung: Sudah Ada Tanggalnya)
(dam)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved