Politik Menguat Rakyat Menderita

Kamis, 02 April 2015 - 11:57 WIB
Politik Menguat Rakyat...
Politik Menguat Rakyat Menderita
A A A
Bintang Agung Adhi Pradana
Mahasiswa Sastra Perancis,
Anggota Departemen Penulisan
Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya

Gesekan-gesekan antarpartai politik di Indonesia sudah bukan menjadi rahasia, partai politik saling menjatuhkan satu dengan yang lain dengan tujuan untuk mendapatkan posisi khusus bagi partai tersebut untuk menjamin kesejahteraan bagi partai politiknya.

Hal tersebut berakibat kepada rakyat yang mengharapkan aspirasi mereka dapat tersalurkan melalui partai-partai politik. Pada pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 2014, Indonesia mengalami proses politik dramatis yang artinya bahwa terjadi drama politik yang melibatkan posisi tertinggi di Indonesia, yang mengakibatkan dua gesekan yang cukup signifikan pengaruhnya terhadap masyarakat Indonesia.

Gesekan tersebut mengakibatkan beberapa partai politik melakukan suatu koalisi dan mengakibatkan efek saling menjatuhkan antar kedua belah pihak tersebut, yang pengaruhnya dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia. Kegiatan politik pada waktu itu bukan hanya terjadi di dunia nyata, jejaring sosial juga memberikan andil yang besar terhadap kegiatan politik di Indonesia pada 2014.

Prinsip luber jurdil dalam pemilihan kepala negara menjadi terlupakan ketika jejaring sosial turut ”ikut campur” dalam kegiatan politik. Gesekan yang terjadi kala itu juga mengakibatkan beberapa media elektronik melakukan kegiatan politik secara tidak langsung, yang seharusnya media elektronik bersifat netral dalam menyajikan informasi.

Namun, kala itu seolah-olah terdapat informasi yang menyudutkan antarcalon pemimpin negara Indonesia. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan masyarakat menjadi semakin bertanya-tanya ”apa yang sebenarnya terjadi”. Seandainya apabila para pelaku politik tersebut memiliki tujuan yang benar-benar murni menyejahterakan masyarakat Indonesia, gesekan tersebut tidak akan pernah terjadi.

Pada hakikatnya, kekuatan politik seharusnya membuat rakyat menjadi lebih sejahtera. Namun kenyataannya, kekuatan politik yang semakin menjadi-jadi. Bukan membuat rakyat menjadi sejahtera, melainkan membuat rakyat menjadi menderita akibat adanya tekanan politik yang terjadi di Indonesia.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved