Isu Bali Nine Dinilai Jadi Komoditi Politik PM Australia

Sabtu, 07 Maret 2015 - 14:19 WIB
Isu Bali Nine Dinilai...
Isu Bali Nine Dinilai Jadi Komoditi Politik PM Australia
A A A
JAKARTA - Rencana Pemerintah Indonesia mengeksekusi dua terpidana mati anggota Bali Nine membuat gerah Pemerintah Australia.

Bahkan Perdana Menteri (PM) Australia Tonny Abbott mengakui berulang kali menyampaikan protes atas rencana eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua anggota Bali Nine terpidana kasus penyelundupan heroin.

Direktur Pascasarjana Universitas Paramadina, Dinna Wisnu menilai sikap Abbot membela duo Bali Nine itu dari eksekusi mati untuk menarik simpati masyarakat Australia.

"Kalau kita lihat sekarang persaingan antarpartai di Australia harus membuat suatu yang beda. Semakin tajam persaingan partai, semakin tajam komentarnya," tutur Dina saat diskusi bertajuk Diplomasi dan Hukuman Mati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

Menurut Dina, citra Abbott di mata masyarakat Australia tidak terlalu baik. Gaya komunikasi Abbott juga kurang disenangi sebagian warga Australia.

Dia menilai Abbott menjadikan eksekusi mati Duo Bali Nine momentum tepat guna merespons dukungan publik.

"Di Australia banyak yang tidak setuju dengan pernyataan Tony Abbott. Seperti komentarnya soal kekeringan (biarkan saja itu masalah mereka). Itu dianggap tidak manusiawi," tuturnya.‬

Dina menjelaskan, sikap Abbott akan berbuah manis untuk karier politik di negerinya, namun menjadi batu ujian bagi pemerintah Indonesia di mata dunia.

"Australia sedang memainkan kartu yang sangat licik. Dia sedang mempermainkan citra Indonesia di mata dunia soal demokrasi. Demokrasi terkait dengan hak hidup manusia," tandasnya.

Selain Brazil dan sejumlah negara lain, Australia menjadi negara yang paling getol untuk membebaskan dua warga negaranya dari hukuman mati.

Setelah berulang kali memohon Pemerintah Indonesia membebaskan Andrew dan Myuran, bahkan sedikit dibumbui nada ancaman, belakangan Australia menawarkan barter tahanan untuk membebaskan Duo Bali Nine kepada Indonesia.
(dam)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved