Abaikan Keinginan KIH, Jokowi Cukup Dengarkan Publik

Selasa, 10 Februari 2015 - 08:38 WIB
Abaikan Keinginan KIH,...
Abaikan Keinginan KIH, Jokowi Cukup Dengarkan Publik
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak perlu khawatir jika nantinya ditinggalkan oleh PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akibat kebijakannya yang tak akomodatif.

"Sebagai Presiden sebetulnya Jokowi tak perlu repot menyelesaikan masalah ini. Dalam sistem presidensial, kedudukan presiden cukup kuat dan sentral dalam mengambil keputusan," ujar Pengamat Politik dari Nusantara Institute Idil Akbar ketika dihubungi Sindonews, Selasa (10/2/2015).

Menurutnya, sejak awal kelemahan Jokowi tidak memiliki dukungan politik yang cukup masif di parlemen karena dikuasai Koalisi Merah Putih (KMP). Namun, menurutnya, Jokowi masih memiliki kekuatan lain yakni dukungan publik.

"Jadi saya kira, jika memang keputusan harus diambil tak perlu banyak lirik kanan kiri atau harus mendapat 'restu' ketum partai di KIH. Selama publik mendukung itu jauh lebih signifikan," jelas dosen Fisip Unpad Bandung ini.

Sekadar informasi, belakangan ini sejumlah politikus PDIP mengkritik beberapa jajaran Kabinet Kerja Jokowi-JK. Sebut saja Effendi Simbolon yang menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto sebagai pengkhianat.

Kemudian, politikus Senior PDIP Pramono Anung menyarankan agar menteri dalam Kabinet Kerja tidak mengeluarkan pernyataan ke media mengenai konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.

Pramono menilai pernyataan menteri Kabinet Kerja mengenai persoalan itu justru menambah kegaduhan. Pernyataan Pramono itu menyindir Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengatakan sangat indah jika Budi Gunawan memiliki inisiatif mundur dari calon Kapolri.

Kemudian politikus PDIP Masinton Pasaribu yang meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi keberadaan Rini Mariani Soemarno dan Andi Widjajanto. Bahkan, Masinton menuding Rini dan Andi di balik permasalahan menjauhnya Jokowi dari PDIP belakangan ini.
(kri)
Berita Terkait
Jokowi Bicara Koalisi...
Jokowi Bicara Koalisi Besar dalam Pilpres 2024: Sangat Tergantung Ketum Parpol
Soal Koalisi Parpol,...
Soal Koalisi Parpol, Presiden Jokowi Diyakini Tak Akan Intervensi
Jokowi Disebut Tak Risau...
Jokowi Disebut Tak Risau dengan KAMI
Koalisi Masyarakat Sipil:...
Koalisi Masyarakat Sipil: Presiden Terpilih Harus Punya Komitmen Selesaikan Kasus HAM Berat
Pilpres 2024, Dirigen...
Pilpres 2024, Dirigen Dinilai Jadi Kunci Keberlangsungan Koalisi Besar
Koalisi Masyarakat Sipil:...
Koalisi Masyarakat Sipil: Pemilu Dibajak, Selamatkan Demokrasi Indonesia!
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved