Pemuda dan Ekonomi Kreatif

Selasa, 03 Februari 2015 - 14:58 WIB
Pemuda dan Ekonomi Kreatif
Pemuda dan Ekonomi Kreatif
A A A
Era globalisasi dan konektivitas mengubah dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks. Imbasnya, kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi masa kini.

Seiring dengan era keterbukaan ini, muncul pula era baru perekonomian yang kita kenal dengan sebutan ”ekonomi kreatif”. Berdasarkan statistik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ekonomi kreatif berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian nasional, yaitu 7% terhadap PDB nasional.

Pada 2013, pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 5,76%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,74%. Di sisi lain, surplus penduduk berusia produktif merupakan salah satu potensi terbesar Indonesia saat ini. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa.

Pemuda selalu identik dengan perubahan sosial di Indonesia sejak zaman kolonial hingga sekarang. Sejarah telah menempatkanpemuda sebagaikelompokstrategis yang memiliki daya dorong transformasi sosial yang signifikan (Adhyaksa, 2008). Terlebih lagi kenyataan bahwa ekonomi kreatif dominan dilakukan oleh pemuda pada usia produktif yang kaya akan ide segar dan kerap mencari peluang untuk melakukan sebuah kegiatan yang menghasilkan pendapatan.

Dengan kata lain, ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pilihan solusi kegiatan produktif dan menjadi pilihan solusi bagi anak muda untuk turut bersama-sama memajukan bangsa dengan cara yang menyenangkan. Bak gayung bersambut, kedua potensi ini apabila disinergikan berpotensi menjadi solusi pembangunan ekonomi Indonesia.

Pemerintah seharusnya menyadari bahwa potensi ini perlu dikembangkan secara serius dan komprehensif, misalnya melalui Program Pemberdayaan Pemuda Strategis Berbasis Ekonomi Kreatif. Pemuda perlu didorong melalui serangkaian program perencanaan, pelatihan, pemodalan, hingga pendampingan untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri mereka demi memajukan bangsa. Dengan demikian, keunggulan potensi yang kita miliki ini tidak tersiasiakan dan kita akan mampu mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

INDAH RETNOWATI
Mahasiswi Fakultas Hukum,
Universitas Indonesia
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved