PDIP Soroti Catatan Hukum Indonesia Tahun 2014

Selasa, 30 Desember 2014 - 12:44 WIB
PDIP Soroti Catatan...
PDIP Soroti Catatan Hukum Indonesia Tahun 2014
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberi catatan akhir tahun 2014 terkait pencapaian hukum di Indonesia.

Ketua Bidang Hukum dan HAM PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan, catatan hukum tersebut seperti, proses pencapaian hukum saat pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014 yang berujung di Mahkamah Kontitusi (MK).

Menurutnya, perlu memberikan catatan terhadap peristiwa hukum pada Pemilu 2014 lalu, karena dari situlah komitmen hukum dijanjikan PDIP. Apalagi kata dia, PDIP sekarang sebagai pemenang dan partai pemerintah.

"Ini sesuai mandat Kongres III PDIP di Bali tahun 2010 yang bertekad ikut menegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi seluas-luasnya demi kemaslahatan masyarakat," kata Trimedya di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).

Dalam catatan akhir tahun yang dibarengi peluncuran buku berjudul 'Bersama Jokowi Mengawal Penegakan Hukum' ini, lanjut Trimedya, pihaknya juga memberikan catatan lain terkait hukum di Indonesia.

Antara lain kata dia, soal kebijakan dibidang hukum yang dikeluarkan pemerintah dan DPR terkait pengesahan Rancangan Undang-undang MD3 (MPR, DPD, DPR dan DPRD). PDIP sendiri mengaku sejak awal menolak UU MD3 tersebut.

Dalam hal itu, PDIP ingin agar UU MD3 bisa dianulir. Bidang hukum PDIP pun melakukan gugatan atau pengajuan formil ke MK untuk membatalkan UU MD3.

Trimedya berpendapat, munculnya UU MD3 dinilai telah melanggar prosedur pembuatan UU sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan dan Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2009 tentang tata tertib DPR.

"Sayangnya, perjuangan hukum ini kandas di meja hijau. Secara mengejutkan MK menolak permohonan pengujian UU MD3 tanpa memberikan kesempatan kepada kami untuk mengajukan saksi ahli yang sudah disiapkan," ujarnya.

Isu hukum lain yang menjadi catatan PDIP seperti dukungan terhadap lembaga KPK terkait fungsi serta rencana pergantian pimpinan KPK yang tengah berlangsung dan akan kembali dilakukan tahun 2015 mendatang.

Kemudian kasus penuntasan HAM di Indonesia medio tahun 66-98. Serta catatan hukum terhadap lembaga hukum lain seperti Kejaksaan dan Kepolisian serta lembaga hukum lain.
(maf)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved