Ganti Rezim, Ganti Sistem!

Selasa, 04 November 2014 - 12:47 WIB
Ganti Rezim, Ganti Sistem!
Ganti Rezim, Ganti Sistem!
A A A
YENGLIS DONGCHE DAMANIK
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Padjadjaran

Saat ini ada dua asal tantangan bagi Indonesia, yaitu eksternal dan internal pemerintahan. Tantangan eksternal lahir dari persaingan global. Dengan mendekatnya tahun 2015, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Jokowi tak dapat menutup mata terhadap kondisi sumber daya manusia (SDM) Indonesia belum mampu bersaing dengan negara ASEAN lainnya. Jika tidak mampu mengambil sikap dan kebijakan, Indonesia akan dijadikan wadah pasar produk asing dari sejumlah negara produsen.

Pemerintahan baru juga harus mampu menjawab tiga tantangan internal. Pertama , yaitu sistem yang digunakan. Sistem akan memengaruhi subsistem di bawahnya, sistem pemerintahan otomatis akan memengaruhi semua kinerja pemerintah. Kedua, kabinet kerja Jokowi-JK. Kabinet tersebut yang akan menjadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi pemerintah. Baik buruknya kinerja Jokowi-JK terletak pada kinerja menterinya jika salah memilih menteri akan mengganggu sistem kerja.

Ketiga, yaitu partai oposisi. Kondisi pemerintahan kini berbeda dengan pemerintahan yang lalu. Seorang presiden selalu didukung partai yang besar. Jokowi-JK pun naik dengan dukungan partai. Kondisi partai koalisi dan oposisi kini tidak terlihat begitu signifikan. Hal ini menimbulkan sisi positif dan negatif. Positifnya adalah pemimpin baru dirasa lebih netral, sedangkan negatifnya adalah dukungan sepenuhnya mungkin tidak akan tercapai justru akan terjadi perpecahan dan perebutan kekuasaan.

Ketiga hal di atas dapat diatasi dengan memilih sistem administrasi yang cocok. Memilah dan memilih menteri yang sesuai dengan jiwa dan semangat ”Nawacita”, Jokowi-JK harus mengutamakan program yang sesuai dengan alam Indonesia, di antaranya dari sisi pertanian, kelautan, kehutanan, dan pertambangan tentu harus mendapatkan perhatian khusus. Bersikap netral dan tidak terlalu dominan akan menjadi pilihan bijak pemerintah. Jokowi-JK harus berpihak pada rakyat. Reforma agraria harus menjadi agenda utama pemerintah.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved