Aksi Kekerasan Anak di Bukittinggi

Senin, 13 Oktober 2014 - 11:29 WIB
Aksi Kekerasan Anak...
Aksi Kekerasan Anak di Bukittinggi
A A A
DUA pendidikan kembali dikejutkan dengan peredaran video aksi kekerasan anak sekolah dasar (SD) terhadap teman sekelasnya di sebuah SD swasta di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Fenomena ini sungguh amat memilukan hati kita. Aksi kekerasan anak yang diunggah lewat YouTube ini masalah besar yang perlu segera dicarikan solusinya secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada masa yang akan datang.

Fenomena kekerasan anak didik bukan hanya sekali terjadi. Sudah banyak kejadian kekerasan serupa menghiasi surat kabar baik terjadi di Ibu Kota maupun kota-kota lain di Indonesia. Para pelakunya pun sudah mendapatkan hukuman maupun pembinaan baik dari aparat hukum maupun lembaga pendidikannya.

Namun, kenapa hal itu terus terjadi? Apakah hukumannya tidak tegas? Ihwal ini tentu menjadi pertanyaan kita bersama. Ada sejumlah faktor mengapa kekerasan anak terus terjadi di lingkungan lembaga pendidikan kita. Pertama, maraknya tontonan kekerasan yang kini mudah didapat baik melalui televisi maupun media sosial.

Makin terbukanya era informasi memang membuat anak semakin gampang mendapatkan berbagai informasi maupun tayangan yang tentu tidak semua positif bagi mereka. Informasi atau tayangan yang negatif tentu membawa pengaruh tidak baik bagi perkembangan psikisnya.

Ini penting diperhatikan oleh pemerintah yang wajib mengawasi industri pertelevisian agar tetap sehat dalam menampilkan acara-acaranya. Bagi para orang tua juga wajib dalam memberikan bimbingan bagi anaknya dalam menonton televisi atau mengunggah informasi dari media sosial. Mereka harus sangat selektif dalam memberikan izin apa yang ditonton oleh anak-anak mereka.

Ini penting dilakukan orang tua karena anak mereka berkembang secara baik. Kedua, kurangnya perhatian orang tua. Bisa jadi bibit kekerasan yang dimiliki anak berasal dari keluarga.

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang terpenting untuk membentuk karakter dan kepribadian sang anak. Karena itu, pendidikan anak di keluarga sangat penting. Perlakuan orang tua di rumah juga sangat memengaruhi perkembangan sang anak tersebut. Bayangkan, jika anak kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tua, dipastikan anak tersebut akan memiliki perangai yang kurang baik.

Tentu akan sangat berbeda dengan anak yang mendapatkan kasih sayang yang penuh dari orang tuanya. Apalagi, kalau sang anak sering mendapatkan perlakuan kasar Ketiga, pola pendidikan anak selama di sekolah.

Setelah di rumah, sekolah merupakan lembaga yang sangat berpengaruh pada terbentuknya kepribadian anak. Karena itu, sekolah harus benarbenar memiliki kurikulum yang mendukung pembentukan moral dan etika yang bagus bagi anak.

Selain mengajar, para guru juga harus mampu ikut memberikan pengawasan terhadap semua anak didiknya. Dengan begitu, kasus aksi kekerasan seperti terjadi di sebuah SD di Bukittinggi itu tidak menular ke daerah lain.

Tanpa ada pengawasan yang melekat dari guru selama di sekolah, sulit untuk menghindari muncul aksi kekerasan dari anak dididik. Fenomena aksis kekerasan ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Jangan karena letaknya jauh dari Ibu Kota, kasus kekerasan yang melibatkan anak yang masih sangat belia ini diabaikan oleh pemerintah. Ingat, Indonesia tak hanya Jakarta.

Daerah-daerah lain juga harus mendapatkan porsi perhatian yang sama dari pemerintah. Bukan tidak mungkin, kasus-kasus serupa sebenarnya terjadi di sekolah-sekolah lain. Hanya karena tidak terekspos media, kita menjadi tidak tahu. Beruntung, ada yang merekam kejadian di Bukittinggi tersebut sehingga bisa menjadi peringatan bagi kita semua.

Sebab itu, pemerintah tidak perlu menunggu lagi untuk lebih memberikan perhatian serius pada sekolah-sekolah. Masa depan bangsa ini sangat bergantung pada anak-anak kita.
(nfl)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved