Beberapa Kekurangan Pemilihan Kepala Daerah Langsung

Sabtu, 13 September 2014 - 16:04 WIB
Beberapa Kekurangan...
Beberapa Kekurangan Pemilihan Kepala Daerah Langsung
A A A
JAKARTA - Biaya politik pemilihan kepala daerah secara langsung selama sepuluh tahun pelaksanaanya dianggap terlalu mahal. Maka itu, revisi Undang-Undang (UU) mengenai pemilihan kepala daerah oleh DPRD harus segera disahkan.

Ketua Bidang Sosial DPP Partai Gerindra Yeti Wulandari mendukung RUU tentang pemilihan kepala daerah yang saat ini sedang dibahas di DPR. Menurutnya, sistem pemilihan kepala daerah secara langsung yang berjalan selama ini memiliki sejumlah kekurangan.

"Pertama biaya pemilihan kepala daerah langsung yang tinggi dan ini tidak hanya menjadi beban APBD daerah yang bersangkutan, juga bagi kandidat," ujar Yeti di Depok, Sabtu (13/09/2014).

Menurutnya, intensitas konflik pemilihan kepala daerah secara langsung sangat tinggi di berbagai kota, kabupaten dan provinsi. Apalagi, lanjut Yeti, pemilihan kepala daerah secara langsung tidak menjamin terpilihnya calon berkualitas.

"Beban anggaran akibat pemilihan kepala daerah langsung bukan hanya anggaran yang harus disediakan oleh APBD maupun oleh para kandidat yang berkompetisi," jelas Wakil Ketua DPRD Depok ini.

Dia menambahkan, biaya pemilihan kepala daerah secara langsung oleh APBD semestinya bisa dialihkan ke bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, biaya yang disediakan APBD dapat digunakan untuk pembangunan jalan, gedung sekolah, rumah sakit, puskesmas atau sarana lainnya.

"Langsung dirasakan masyarakat. Belanja APBD untuk membiayai pemilihan kepala daerah mempunyai manfaat ekonomi bagi daerah dan khususnya masyarakat," tandasnya.
(kur)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved