Bantah Cekcok, Akil Hanya Protes Soal Kunjungan
Selasa, 12 Agustus 2014 - 15:22 WIB
Bantah Cekcok, Akil Hanya Protes Soal Kunjungan
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar membantah bersitegang dengan Bupati Bogor Rahmat Yasin, di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adardam Achyar kuasa hukum Akil mengatakan, kabar yang menyebut kliennya bersitegang dengan Rahmat tidak benar, pasalnya mereka berdua protes ke KPK terkait jam kunjungan.
"Bohong, yang benar adalah Pak Akil dan Rahmat Yasin protes kepada KPK karena hari kunjungan keluarga tahanan KPK pada saat Idul Fitri hanya diberi satu hari (hanya senin 28 Juli 2014)," kata Adardam melalui pesan singkat kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Adardam mengatakan, kunjungan pada tanggal 28 Juli hanya diberi kesempatan dua jam dengan alasan KPK kekurangan karyawan dan security karena pada libur.
"Kalau KPK tidak punya petugas yang cukup untuk mengelola tahanan, maka seharusnya KPK jangan punya rutan," imbuhnya.
Dia menjelaskan, kliennya melakukan protes kepada pihak KPK terkait waktu kunjungan bagi keluarganya, sehingga KPK menjatuhkan sanksi kepada Akil dan Rahmat Yasin.
"Padahal di rutan atau LP lain, izin kunjungan keluarga untuk Idul Fitri diberikan paling kurang dua hari dan per kunjungan lebih dari setengah hari, intinya, karena mereka protes, KPK marah, akibatnya diisolasi," tukasnya.
Sebelumnya, Sugeng Teguh Santoso kuasa hukum Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY) menepis kabar kliennya berseteru dengan mantan Ketua MK Akil Mochtar di dalam Rutan KPK.
"Rachmat Yasin dan Akil Mochtar rukun satu kamar saat ini Rachmat Yasin dan Akil Mochtar menempati ruang tahanan yang sama dengan Anas Urbaningrum di lantai 9 ruang tahanan KPK," kata Teguh melalui siaran persnya, Senin 11 Agustus 2014. (Baca: Cekcok di Rutan, Akil dan Yasin Diberi Sanksi)
Rahmat, Akil dan Anas, kata dia, kompak dalam menjalani masa penahanannaya, bahkan dalam kesempatan tertentu sama-sama mengaji dan berbagi hantaran makanan dari rumah masing masing.
Bantahan dua kubu di atas diperkuat oleh pengakuan Anas Urbaningrum, dia mengatakan, Akil dan RY memang tidak pernah bersitegang dan akur selama dalam rutan.
"Enggak ada siapa bilang. Kami sama-sama tiap hari main gaple, mereka rukun," kata Anas usai sidang di Pengadilan Tipikor.
Adardam Achyar kuasa hukum Akil mengatakan, kabar yang menyebut kliennya bersitegang dengan Rahmat tidak benar, pasalnya mereka berdua protes ke KPK terkait jam kunjungan.
"Bohong, yang benar adalah Pak Akil dan Rahmat Yasin protes kepada KPK karena hari kunjungan keluarga tahanan KPK pada saat Idul Fitri hanya diberi satu hari (hanya senin 28 Juli 2014)," kata Adardam melalui pesan singkat kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Adardam mengatakan, kunjungan pada tanggal 28 Juli hanya diberi kesempatan dua jam dengan alasan KPK kekurangan karyawan dan security karena pada libur.
"Kalau KPK tidak punya petugas yang cukup untuk mengelola tahanan, maka seharusnya KPK jangan punya rutan," imbuhnya.
Dia menjelaskan, kliennya melakukan protes kepada pihak KPK terkait waktu kunjungan bagi keluarganya, sehingga KPK menjatuhkan sanksi kepada Akil dan Rahmat Yasin.
"Padahal di rutan atau LP lain, izin kunjungan keluarga untuk Idul Fitri diberikan paling kurang dua hari dan per kunjungan lebih dari setengah hari, intinya, karena mereka protes, KPK marah, akibatnya diisolasi," tukasnya.
Sebelumnya, Sugeng Teguh Santoso kuasa hukum Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY) menepis kabar kliennya berseteru dengan mantan Ketua MK Akil Mochtar di dalam Rutan KPK.
"Rachmat Yasin dan Akil Mochtar rukun satu kamar saat ini Rachmat Yasin dan Akil Mochtar menempati ruang tahanan yang sama dengan Anas Urbaningrum di lantai 9 ruang tahanan KPK," kata Teguh melalui siaran persnya, Senin 11 Agustus 2014. (Baca: Cekcok di Rutan, Akil dan Yasin Diberi Sanksi)
Rahmat, Akil dan Anas, kata dia, kompak dalam menjalani masa penahanannaya, bahkan dalam kesempatan tertentu sama-sama mengaji dan berbagi hantaran makanan dari rumah masing masing.
Bantahan dua kubu di atas diperkuat oleh pengakuan Anas Urbaningrum, dia mengatakan, Akil dan RY memang tidak pernah bersitegang dan akur selama dalam rutan.
"Enggak ada siapa bilang. Kami sama-sama tiap hari main gaple, mereka rukun," kata Anas usai sidang di Pengadilan Tipikor.
(maf)