Relawan HT Bukti Nyata Pluralisme Yang Diusung Prabowo-Hatta
Minggu, 29 Juni 2014 - 04:16 WIB
Relawan HT Bukti Nyata Pluralisme Yang Diusung Prabowo-Hatta
A
A
A
MEDAN - Kehadiran Relawan Hary Tanoesoedibjo (HT) di Sumatera Utara (Sumut) dinilai akan mampu menunjukkan komitmen pluralisme yang diusung pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014 ini.
Sehingga kehadiran relawan tersebut yang masuk dari sejumlah jalur lingkungan sosial akan mampu menggalang simpatik publik di Sumut.
Tokoh Gerindra, Robert Simanjuntak mengatakan, bahwa deklarasi bersama Relawan HT di Medan bersama sejumlah tokoh gereja telah menjadi gambaran kepada masyarakat bahwa pasangan Prabowo-Hatta adalah pasangan yang menjunjung tinggi kebhinekaan bangsa dalam lingkaran Pancasila.
Sehingga deklarasi bersama Relawan HT yang mengajak sejumlah tokoh gereja diyakini mampu untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dalam Pilpres 2014.
Robert Simanjuntak mengatakan bahwa HT selama ini dikenal sebagai tokoh plural baik dari lintas agama maupun suku. Serta sesuai dengan kondisi lingkungan sosial Sumut.
“Kehadiran HT sudah otomatis memberikan semangat baru untuk menggalan publik. Sebab tidak jarang masyarakat Kristen di daerah beralih ke Prabowo-Hatta karena dukungan HT,” katanya, Sabtu (28/6/2014).
Saat ini, Relawan HT telah menggalang simpatik tokoh gereja untuk menangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 ini. Para tokoh gereja yang dikumpulkan merupakan tokoh Nasrani dari berbagai gereja.
Pengumpulan tokoh gereja tersebut dilakukan bersamaan dengan acara deklarasikan Relawan HT di Medan.
Relawan HT menghimpun pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja yang dikumpulkan ke dalam sebuah komunitas.
Tidak tanggung, Relawan HT juga melibatkan tokoh Kristen Sumut, RE Nainggolan yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut.
Menurut koordinator Relawan HT untuk penggalangan umat Kristen di Indonesia, Hence, selama ini suara Kristen diklaim sepenuhnya mendukung pasangan lainnya yang merupakan pesaing Prabowo-Hatta.
Akan tetapi setelah Relawan HT turun langsung ke daerah-daerah melakukan penggalangan, ternyata tidak sedikit yang memilih mendukung pasangan nomor urut 1.
“Di Menado, misalnya, saya baru saja berkunjung kesana beberapa hari lalu. Saya berhasil menghimpun 2.000 orang umat Kristen lebih untuk hadir di acara deklarasi. Saya yakin di kota-kota lainnya tidak sedikit kalangan gereja yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta,” kata Hence, kepada wartawan di Medan, 28 Juni 2014.
Tujuan menghimpun para pendeta dan hamba Tuhan, kata Hence, guna mendapatkan dukungan umat yang lebih besar.
Dipastikan setiap pendeta dan hamba Tuhan memiliki anggota jemaat di masing-masing gereja. Mereka bisa mengerahkan warganya untuk satu suara mendukung Prabowo-Hatta.
Sementara itu RE Nainggolan dalam orasinya menyebutkan keyakinan yang sama bahwa kalangan Kristen di 33 kabupaten dan kota di Sumut tidak sepenuhnya mendukung pasangan nomor urut 2.
Tidak sedikit diantaranya yang bersimpati kepada pasangan nomor 1. Hanya saja untuk “membangkitkan” mereka dibutuhkan kerja-kerja intens guna mendatangi ke kantong-kantong warga kristen.
RE yang sebelumnya pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumut memiliki pendukung fanatik yang tergabung di dalam “Sahabat RE”.
Tersebar di seluruh wilayah di Sumut. Sahabat RE berpotensi besar menjadi salah satu basis pendukung Prabowo-Hatta.
“Ayo bangkitkan suara-suara Kristen khususnya kaum muda untuk bersatu memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta,” kata RE.
Selain diisi dengan pembacaan naskah deklarasi Komunitas Pendeta dan Hamba Tuhan guna mendukung Prabowo-Hatta, juga penandatanganan dukungan yang dipersiapkan secara tertulis.
Sehingga kehadiran relawan tersebut yang masuk dari sejumlah jalur lingkungan sosial akan mampu menggalang simpatik publik di Sumut.
Tokoh Gerindra, Robert Simanjuntak mengatakan, bahwa deklarasi bersama Relawan HT di Medan bersama sejumlah tokoh gereja telah menjadi gambaran kepada masyarakat bahwa pasangan Prabowo-Hatta adalah pasangan yang menjunjung tinggi kebhinekaan bangsa dalam lingkaran Pancasila.
Sehingga deklarasi bersama Relawan HT yang mengajak sejumlah tokoh gereja diyakini mampu untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dalam Pilpres 2014.
Robert Simanjuntak mengatakan bahwa HT selama ini dikenal sebagai tokoh plural baik dari lintas agama maupun suku. Serta sesuai dengan kondisi lingkungan sosial Sumut.
“Kehadiran HT sudah otomatis memberikan semangat baru untuk menggalan publik. Sebab tidak jarang masyarakat Kristen di daerah beralih ke Prabowo-Hatta karena dukungan HT,” katanya, Sabtu (28/6/2014).
Saat ini, Relawan HT telah menggalang simpatik tokoh gereja untuk menangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 ini. Para tokoh gereja yang dikumpulkan merupakan tokoh Nasrani dari berbagai gereja.
Pengumpulan tokoh gereja tersebut dilakukan bersamaan dengan acara deklarasikan Relawan HT di Medan.
Relawan HT menghimpun pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja yang dikumpulkan ke dalam sebuah komunitas.
Tidak tanggung, Relawan HT juga melibatkan tokoh Kristen Sumut, RE Nainggolan yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut.
Menurut koordinator Relawan HT untuk penggalangan umat Kristen di Indonesia, Hence, selama ini suara Kristen diklaim sepenuhnya mendukung pasangan lainnya yang merupakan pesaing Prabowo-Hatta.
Akan tetapi setelah Relawan HT turun langsung ke daerah-daerah melakukan penggalangan, ternyata tidak sedikit yang memilih mendukung pasangan nomor urut 1.
“Di Menado, misalnya, saya baru saja berkunjung kesana beberapa hari lalu. Saya berhasil menghimpun 2.000 orang umat Kristen lebih untuk hadir di acara deklarasi. Saya yakin di kota-kota lainnya tidak sedikit kalangan gereja yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta,” kata Hence, kepada wartawan di Medan, 28 Juni 2014.
Tujuan menghimpun para pendeta dan hamba Tuhan, kata Hence, guna mendapatkan dukungan umat yang lebih besar.
Dipastikan setiap pendeta dan hamba Tuhan memiliki anggota jemaat di masing-masing gereja. Mereka bisa mengerahkan warganya untuk satu suara mendukung Prabowo-Hatta.
Sementara itu RE Nainggolan dalam orasinya menyebutkan keyakinan yang sama bahwa kalangan Kristen di 33 kabupaten dan kota di Sumut tidak sepenuhnya mendukung pasangan nomor urut 2.
Tidak sedikit diantaranya yang bersimpati kepada pasangan nomor 1. Hanya saja untuk “membangkitkan” mereka dibutuhkan kerja-kerja intens guna mendatangi ke kantong-kantong warga kristen.
RE yang sebelumnya pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumut memiliki pendukung fanatik yang tergabung di dalam “Sahabat RE”.
Tersebar di seluruh wilayah di Sumut. Sahabat RE berpotensi besar menjadi salah satu basis pendukung Prabowo-Hatta.
“Ayo bangkitkan suara-suara Kristen khususnya kaum muda untuk bersatu memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta,” kata RE.
Selain diisi dengan pembacaan naskah deklarasi Komunitas Pendeta dan Hamba Tuhan guna mendukung Prabowo-Hatta, juga penandatanganan dukungan yang dipersiapkan secara tertulis.
(sms)