Dukung Jokowi-JK, Ruhut Klaim Dapat Restu SBY
Senin, 23 Juni 2014 - 21:21 WIB
Dukung Jokowi-JK, Ruhut Klaim Dapat Restu SBY
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul secara resmi mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.
Melalui deklarasi bertajuk 'Kata Hati Ruhut Poltak Sitompul dukung Jokowi-JK' pria yang dikenal sangat loyal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, menjatuhkan pilihan kepada pasangan capres dan cawapres bernomor urut dua.
Menurut Ruhut, dukungan kepada Jokowi-JK, selain berdasarkan keputusan sendiri, dirinya juga sempat berdiskusi dengan Luhut Binsar Panjaitan. Ruhut mengaku, baik Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK sama-sama baik. Namun, katanya, Jokowi-JK yang terbaik saat ini.
"Jujur saja, saya punya senior dan beliau ada di tim Jokowi-JK, Pak Luhut. Jujur Pak Prabowo pernah ketemu saya, saya hormati beliau, tapi kata hati saya memilih Pak Jokowi-JK," kata Ruhut di Resto Horapa Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014).
Terkait dukungan yang diberikan kepada pasangan Jokowi-JK, Ruhut mengklaim sudah mengantongi restu dari SBY. Dia mengungkapkan, hasil keputusan Demokrat adalah netral.
Tetapi, SBY meminta kadernya tidak golput dalam pemilu presiden mendatang. "Kita sangat bersyukur mempunyai Pak SBY, sosok negarawan. Beliau sangat demokratis kepada kader-kadernya," ujarnya.
Terkait rencana sanksi yang bakal dijatuhkan partai Demokrat seperti yang disampaikan ketua fraksi partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, pria yang dikenal dengan sebutan 'Si Poltak Raja Minyak' itu mengaku tidak takut. Ia percaya Demokrat, tetap bersikap demokratis. "Siapa dia mau kasih sanksi buat saya," pungkasnya.
Seperti diketahui, meski sikap partai Demokrat memutuskan netral pada Pilpres 2014, tetapi mayoritas pengurus dan kader Demokrat diprediksi sebagian besar menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Prabowo-Hatta.
Melalui deklarasi bertajuk 'Kata Hati Ruhut Poltak Sitompul dukung Jokowi-JK' pria yang dikenal sangat loyal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, menjatuhkan pilihan kepada pasangan capres dan cawapres bernomor urut dua.
Menurut Ruhut, dukungan kepada Jokowi-JK, selain berdasarkan keputusan sendiri, dirinya juga sempat berdiskusi dengan Luhut Binsar Panjaitan. Ruhut mengaku, baik Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK sama-sama baik. Namun, katanya, Jokowi-JK yang terbaik saat ini.
"Jujur saja, saya punya senior dan beliau ada di tim Jokowi-JK, Pak Luhut. Jujur Pak Prabowo pernah ketemu saya, saya hormati beliau, tapi kata hati saya memilih Pak Jokowi-JK," kata Ruhut di Resto Horapa Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014).
Terkait dukungan yang diberikan kepada pasangan Jokowi-JK, Ruhut mengklaim sudah mengantongi restu dari SBY. Dia mengungkapkan, hasil keputusan Demokrat adalah netral.
Tetapi, SBY meminta kadernya tidak golput dalam pemilu presiden mendatang. "Kita sangat bersyukur mempunyai Pak SBY, sosok negarawan. Beliau sangat demokratis kepada kader-kadernya," ujarnya.
Terkait rencana sanksi yang bakal dijatuhkan partai Demokrat seperti yang disampaikan ketua fraksi partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, pria yang dikenal dengan sebutan 'Si Poltak Raja Minyak' itu mengaku tidak takut. Ia percaya Demokrat, tetap bersikap demokratis. "Siapa dia mau kasih sanksi buat saya," pungkasnya.
Seperti diketahui, meski sikap partai Demokrat memutuskan netral pada Pilpres 2014, tetapi mayoritas pengurus dan kader Demokrat diprediksi sebagian besar menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Prabowo-Hatta.
(maf)