Mahapatih Tedjowulan: Jangan Pilih Capres Wayang

Senin, 23 Juni 2014 - 16:20 WIB
Mahapatih Tedjowulan:...
Mahapatih Tedjowulan: Jangan Pilih Capres Wayang
A A A
SOLO - Ketua Tim Pemenangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Kota Solo, Mahapatih Tedjowulan, meminta para mahasiswa untuk cerdas dalam menentukan pilihannya dalam Pilpres 2014 mendatang.

Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu meminta para mahasiswa untuk memilih pemimpin yang tegas dan berwibawa. Selain itu pihaknya meminta mahasiswa untuk memilih pemimpin yang memiliki niat pribadi untuk menjadi presiden, bukan memilih pemimpin yang menjadi suruhan orang lain.

Pihaknya mengatakan, jika menjadi pemimpin bukan atas kemauan sendiri maka calon pemimpin itu bagaikan wayang yang bisa diatur oleh orang yang bertindak sebagai dalang. Jika pemimpin seperti itu terpilih, maka Indonesia akan masuk dalam ambang kehancuran.

“Kalau itu dibiarkan terus menerus akan sangat berbahaya, pemimpin yang seperti itu akan menuruti apa kemauan dalangnya,” ucapnya kepada para aliansi mahasiswa Sambernyawa di Solo, Senin (23/6/2014).

Demi kebaikan Indonesia ke depan, ia meminta agar para intelektual muda untuk ikut membantu menyelamatkan bangsa dengan cara memilih presiden yang tepat dan bukan presiden yang seperti itu. Para intelektual muda itu menurutnya memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia lima tahun ke depan.

“Sekarang terserah kita, apakah mau memilih capres yang membahayakan negara atau capres yang tegas dan memiliki kekuatan untuk memimpin bangsa,” ucap Tedjowulan.

Sementara itu Koordinator Mahasiswa Sambernyawa Solo, Eko Pujianto mengatakan dengan kondisi itu pihaknya memberikan mandat dan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta, untuk menjadi presiden dan wakil presiden dalam periode 2014-2019 mendatang. Akan tetapi mandat itu diberikan dengan syarat.

Menurutnya, syarat yang utama adalah keduanya garus mampu memajukan Indonesia dalam segala bidang dan membuat Indonesia bersatu berdaulat dan tidak kalah dari negeri lainnya.

“Kita harus memiliki pemimpin yang tegas dan mampu memimpin Indonesia,” ucapnya.
(kri)
Berita Terkait
KPU Minta Pendukung...
KPU Minta Pendukung Capres-Cawapres Tak Bawa Alat Peraga Kampanye di Area Debat
Hadiri Kampanye Akbar...
Hadiri Kampanye Akbar Prabowo-Gibran, Pandawa Lima Hadirkan Ribuan Massa
Masa Kampanye Capres-Cawapres...
Masa Kampanye Capres-Cawapres Selama 75 Hari
Korlantas Polri Siapkan...
Korlantas Polri Siapkan Pengamanan Kampanye Capres dan Cawapres
KPU Publikasi Dana Kampanye...
KPU Publikasi Dana Kampanye Capres-Cawapres 2024, Siapa yang Paling Banyak?
Massa Pendukung Adu...
Massa Pendukung Adu Yel-Yel Jelang Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres
Berita Terkini
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Infografis
Krisis Militer Inggris,...
Krisis Militer Inggris, 15.000 Tentara Inggris Pilih Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved