Prabowo Dianggap Mampu Atasi Persoalan TKI
Jum'at, 13 Juni 2014 - 18:56 WIB
Prabowo Dianggap Mampu Atasi Persoalan TKI
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 500 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari organisasi pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) dan TKI Peduli Bangsa yang tergabung dalam Aliansi Kerakyatan Indonesia Raya (Alkadira) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta.
Alkadira adalah aliansi dari 77 elemen organisasi dengan latar belakang berbeda di antaranya petani, nelayan, buruh, perajin, dan TKI. Deklarasi dukungan oara TKI tersebut dilaksanakan di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (13/6/2014). Mereka berikrar siap memenangkan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Ketua Umum Alkadira, Muhammad Ali Ridho mengatakan deklarasi hari ini bukan yang pertama kali dilakukan Alkadira. Sebelumnya sudah dilakukan di Bandung, bersamaan dengan deklarasi mendukung Prabowo di Jakarta pada 19 Mei.
Menurut dia, TKI beserta kalangan pengusaha sangat antusias mendukung Prabowo menjadi presiden. Menurut dia, mantan Danjen Koppasus itu memiliki perhatian besar terhadap permasalah TKI.
"Kita tahu sebelum punya jabatan, Prabowo mampu membebaskan TKI asal NTT, Wlfrida yang terancam hukuman mati di Malaysia. Kami yakin Prabowo akan meningkatkan kesejahteraan TKI, memberi jaminan hukum terhadap TKI yang bermasalah di negara tujuan, serta meningkatkan pendidikan anak-anak TKI," tutur Muhammad, Jumat (13/6/2014)
Dia mengatakan, dukungan TKI kepada Prbowo-Hatta atas insiatif para TKI. Tidak ada intervensi dari perusahaan penyalur. "Justru kami yang didesak oleh TKI-TKI ini untuk deklarasikan dukungan kepada Prabowo," ujarnya.
Muhammad mengatakan, tujuan utama didirikannya bangsa Indonesa untuk menyejahterakan rakyat. Sebagai syarat itu, rakyat harus kuat, sejahtera dan cerdas. Dia melihat sosok capres-cawapres nomor dua tersebut mampu melaksanakan mandat bangsa ini.
"Negara ini tak bisa dipimpin oleh orang yang melempem. Beliau pernah bilang akan merenegosiasi kontrak. Kita tidak anti asing. Tapi kita akan duduk berdampingan dan setara dengan bangsa lain," ujar dia.
Sebagai aktvis 1980-an, Muhammad juga yakin apa yang selama ini dituduhkan kepada Prabowo adalah tidak benar. Dia yakin, Prabowo bukan pelanggar HAM. "Bagi saya itu isu basi," ujarnya.
Dia mengimbau kepada seluruh TKI agar bekerja keras memenangkan Prabowo-Hatta pada Pilpres nanti. "Kita masih punya waktu tiga minggu bergandeng tangan untuk memenangkan Prabowo-Hatta. Kampanyelah di tengah keluarga. Lalu, tetangga sebelah dan kawan yang kita kenal. Setelah itu ajak mereka melakukan hal serupa untuk memasifkan gerakan," tuturnya.
Alkadira adalah aliansi dari 77 elemen organisasi dengan latar belakang berbeda di antaranya petani, nelayan, buruh, perajin, dan TKI. Deklarasi dukungan oara TKI tersebut dilaksanakan di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (13/6/2014). Mereka berikrar siap memenangkan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Ketua Umum Alkadira, Muhammad Ali Ridho mengatakan deklarasi hari ini bukan yang pertama kali dilakukan Alkadira. Sebelumnya sudah dilakukan di Bandung, bersamaan dengan deklarasi mendukung Prabowo di Jakarta pada 19 Mei.
Menurut dia, TKI beserta kalangan pengusaha sangat antusias mendukung Prabowo menjadi presiden. Menurut dia, mantan Danjen Koppasus itu memiliki perhatian besar terhadap permasalah TKI.
"Kita tahu sebelum punya jabatan, Prabowo mampu membebaskan TKI asal NTT, Wlfrida yang terancam hukuman mati di Malaysia. Kami yakin Prabowo akan meningkatkan kesejahteraan TKI, memberi jaminan hukum terhadap TKI yang bermasalah di negara tujuan, serta meningkatkan pendidikan anak-anak TKI," tutur Muhammad, Jumat (13/6/2014)
Dia mengatakan, dukungan TKI kepada Prbowo-Hatta atas insiatif para TKI. Tidak ada intervensi dari perusahaan penyalur. "Justru kami yang didesak oleh TKI-TKI ini untuk deklarasikan dukungan kepada Prabowo," ujarnya.
Muhammad mengatakan, tujuan utama didirikannya bangsa Indonesa untuk menyejahterakan rakyat. Sebagai syarat itu, rakyat harus kuat, sejahtera dan cerdas. Dia melihat sosok capres-cawapres nomor dua tersebut mampu melaksanakan mandat bangsa ini.
"Negara ini tak bisa dipimpin oleh orang yang melempem. Beliau pernah bilang akan merenegosiasi kontrak. Kita tidak anti asing. Tapi kita akan duduk berdampingan dan setara dengan bangsa lain," ujar dia.
Sebagai aktvis 1980-an, Muhammad juga yakin apa yang selama ini dituduhkan kepada Prabowo adalah tidak benar. Dia yakin, Prabowo bukan pelanggar HAM. "Bagi saya itu isu basi," ujarnya.
Dia mengimbau kepada seluruh TKI agar bekerja keras memenangkan Prabowo-Hatta pada Pilpres nanti. "Kita masih punya waktu tiga minggu bergandeng tangan untuk memenangkan Prabowo-Hatta. Kampanyelah di tengah keluarga. Lalu, tetangga sebelah dan kawan yang kita kenal. Setelah itu ajak mereka melakukan hal serupa untuk memasifkan gerakan," tuturnya.
(dam)