Debat Capres

Senin, 09 Juni 2014 - 11:38 WIB
Debat Capres
Debat Capres
A A A
PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2014 tinggal sebulan lagi. Salah satu agenda penting di masa kampanye ini adalah debat antarcalon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) yang rencananya berlangsung lima kali.

Hari ini merupakan debat pertama dengan tema ”Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum”. Debat ini dipastikan akan menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Masyarakat ingin mengetahui lebih detail apa saja visi-misi yang akan ditawarkan dua pasang kandidat dalam pilpres tersebut. Apalagi, salah satu momok bangsa ini adalah masalah lemahnya penegakan hukum serta korupsi yang kian memprihatinkan.

Para capres-cawapres pun diharapkan tidak melewatkan kesempatan emas itu. Karena debat tersebut merupakan bentuk refleksi pemikiran, visi-misi, serta rencana mereka dalam mengelola negara ini lima tahun ke depan.

Intinya, dalam debat ini, para capres-cawapres bisa ”menjual” dirinya kepada masyarakat yang akan menjatuhkan pilihan pada 9 Juli mendatang. Jika dimanfaatkan secara baik, debat ini sangat bisa memengaruhi pemilih terutama mereka yang belum menetapkan pilihan (massa mengambang).

Bahkan, debat ini sangat bisa mengubah pendirian masyarakat yang sebelumnya memutuskan golput menjadi memilih salah satu capres yang dinilai memiliki visi-misi yang cemerlang untuk Indonesia lima tahun ke depan. Karena itu, wajib bagi pasangan capres-cawapres bisa melakukan debat dengan baik. Mereka harus mampu merumuskan masalah-masalah yang ada di Tanah Air secara riil dan terperinci.

Yang paling penting adalah bagaimana mereka memberikan solusi yang terbaik terhadap permasalahan bangsa ini. Hal ini penting karena calon pemimpin harus mengetahui secara persis apa saja masalah yang sedang dihadapi bangsa ini.

Seberat dan sepelik apa pun masalah yang dihadapi, capres-cawapres harus mampu memberikan jawaban yang bagus bagi masa depan bangsa ini. Karena itu, debat ini bisa dikatakan sebagai tolok ukur kemampuan mereka dalam memimpin negara ini. Dalam debat tersebut akan terlihat bagaimana mereka sebenarnya.

Dengan debat terbuka seperti ini, publik akan mengetahui sebenarnya kapasitas dan kapabilitas orang yang akan memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Dengan debat ini, publik bisa mengetahui visi-misi mereka dan program apa yang ditawarkan para capres-cawapres untuk mengelola negeri ini.

Dengan debat ini pula, seluruh masyarakat bisa mengetahui pola pikir, dialektika, serta kondisi psikologis calon pemimpin mereka. Jadi, masyarakat tidak lagi memilih tanpa mengetahui kemampuan calon pemimpinnya dan program- program yang ditawarkan.

Masyarakat tidak lagi memilih kucing dalam karung. Tak mengherankan jika acara debat ini adalah rangkaian terpenting menuju perhelatan pemilihan orang nomor satu dan dua negeri ini. Acara debat ini juga merupakan pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat sehingga harus diselenggarakan secara fair dan adil. Moderator yang memandu acara debat ini tidak boleh cenderung memihak salah satu pasangan.

Kedua pasangan capres-cawapres harus diberi waktu dan kesempatan yang sama untuk menjabarkan pemikiran-pemikirannya. Moderator juga harus bisa bersikap kritis dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat acara debat ini lebih menarik dan bermakna. Para capres-cawapres harus pula menghindari isu SARA karena hal itu justru akan kontraproduktif bagi mereka sendiri.

Pengalaman sebelumnya, debat yang menggunakan isu SARA tidak akan mendapat apa-apa selain cercaan dari masyarakat. Para capres diharapkan bisa tampil elegan dan saling menghargai. Mereka boleh saling menjatuhkan asalkan tetap berbasis fakta dan data. Itu penting karena masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dan bisa memilah siapa yang sebenarnya memiliki visi atau sekadar ikut pilpres dengan mengandalkan popularitas.

Dengan begitu, ratusan juta masyarakat sebagai juri bisa memilih dengan jernih siapa yang dinilai pantas memimpin negara ini lima tahun ke depan. Tentu masyarakat akan menilai bagaimana performa para capres-cawapres ini di atas panggung debat. Yang tampil bagus dan elegan tentu bisa memperoleh simpati masyarakat dan akan tampil sebagai pemenang.
(nfl)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
Gus Mus: Urusan NU Memenangkan...
Gus Mus: Urusan NU Memenangkan Indonesia, Bukan Capres
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved