Saksi Ahli: Hasil Sadapan KPK Identik Suara Akil
Kamis, 22 Mei 2014 - 13:02 WIB
Saksi Ahli: Hasil Sadapan KPK Identik Suara Akil
A
A
A
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi ahli digital forensik dari Intitute Teknologi Bandung (ITB) Joko Sarwono dalam sidang suap sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).
Joko mengatakan, suara hasil sadapan penyidik KPK memang identik dengan suara mantan Ketua MK Akil Mochtar. Akil kini sudah mendekam di Rutan KPK.
"Kalau suara yang terakhir (suara Akil). Untuk sampel yang diberikan identitas yang diberikan barusan (suara Akil), komponennya di atas 90% identik," kata Joko saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Joko mengaku, diminta menganalisa enam sampel suara yang tersimpan dalam cakram digital. Dalam cakram itu terdapat suara Susi Tur Andayani yang berprofesi sebagai pengacara, calon Bupati Lebak Amir Hamzah, pengusaha Tubagus Chaeri Wardhana Chasan alias Wawan, Amir Hamzah, Alming Aling, dan H Kasmin.
"Untuk keseluruhan sampel yang kita periksa, keenam-enamnya di atas 80% identik," ujar Joko.
Joko menjelaskan, saat menganalisa menggunakan perangkat lunak khusus dengan empat fokus saat mencari kecocokan. Empat ciri itu yakni intonasi, emosi, dialek, dan frekuensi dasar manusia atau diistilahkan pitch. Dari hasil analisis disimpulkan kecocokannya di atas 90%.
Joko mengatakan, suara hasil sadapan penyidik KPK memang identik dengan suara mantan Ketua MK Akil Mochtar. Akil kini sudah mendekam di Rutan KPK.
"Kalau suara yang terakhir (suara Akil). Untuk sampel yang diberikan identitas yang diberikan barusan (suara Akil), komponennya di atas 90% identik," kata Joko saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Joko mengaku, diminta menganalisa enam sampel suara yang tersimpan dalam cakram digital. Dalam cakram itu terdapat suara Susi Tur Andayani yang berprofesi sebagai pengacara, calon Bupati Lebak Amir Hamzah, pengusaha Tubagus Chaeri Wardhana Chasan alias Wawan, Amir Hamzah, Alming Aling, dan H Kasmin.
"Untuk keseluruhan sampel yang kita periksa, keenam-enamnya di atas 80% identik," ujar Joko.
Joko menjelaskan, saat menganalisa menggunakan perangkat lunak khusus dengan empat fokus saat mencari kecocokan. Empat ciri itu yakni intonasi, emosi, dialek, dan frekuensi dasar manusia atau diistilahkan pitch. Dari hasil analisis disimpulkan kecocokannya di atas 90%.
(hyk)