SBY tanya Jokowi kenapa persoalkan suara Demokrat

Selasa, 13 Mei 2014 - 16:47 WIB
SBY tanya Jokowi kenapa...
SBY tanya Jokowi kenapa persoalkan suara Demokrat
A A A
Sindonews.com - Usai menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung pernyataan Joko Widodo terkait perolehan suara Partai Demokrat naik berdasarkan hasil rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU).

SBY mengatakan, sebaliknya atas hasil rekapitulasi nasional versi KPU, para kader Partai Demokrat bukan heran seperti Joko Widodo tapi berkabung. Alasannya, jumlah 10,19 persen sangat jauh dibanding perolehan suara partainya pada Pemilu 2009 yang mencapai di atas 20 persen.

"Saya diberitahu waktu sedang berada di Myanmar, Pak Jokowi mengeluarkan statement bahwa Pak Jokowi heran kenapa suara Partai Demokrat menjadi 10 persen," ujar SBY saat jumpa pers di halaman Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Padahal kata SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini pihaknya sudah ikhlas dengan perolehan suara berdasarkan hasil hitung cepat (quick count). Bahkan, pihaknya sudah mengucapkan selamat kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra selaku partai politik (parpol) yang memperoleh suara di atas Partai Demokrat.

"Pada tahun 2009 Partai Demokrat memperoleh suara 21 persen, sekarang hanya 10 persen. Kami berduka, berkabung. Tapi kami ikhlas," tandasnya.

Saking penasaran, dia mengaku sempat menanyakan kepada calon presiden (capres) yang biasa disapa Jokowi itu pada saat pertemuan berlangsung. Tapi sayang, SBY tidak menyampaikan apa jawaban Jokowi ketika ditanya langsung mengenai hal itu.

"Kalau tidak salah, setelah saya baca Pak Jokowi menganggap quick count Partai Demokrat ini hanya tujuh persen. Sehingga begitu meningkat tiga persen menjadi heran. Saya mengecek yang salah saya atau Pak Jokowi," ucapnya.

SBY berharap perbedaan antara hasil quick count dengan rakpitulasi nasional KPU seharusnya tidak perlu diperdebatkan. "Mungkin info Pak Jokowi yang diterima tujuh persen tidak akurat, yang betul seperti ini dan saya kira tidak perlu diperpanjang. Saya kira rakyat sudah tahu bahwa inilah dalam dunia survei kita harus belajar kembali tentang survei ada namanya margin of error," imbuhnya.

Seperti diketahui, siang tadi Jokowi bertemu SBY di Istana Kepresidenan. Kedatangan Jokowi ini mengajukan permohonan cuti sebagai Gubernur DKI Jakarta karena dirinya capres dari PDIP.
(kur)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved