PPP berharap dapat poin khusus dari Prabowo
Selasa, 13 Mei 2014 - 02:15 WIB
PPP berharap dapat poin khusus dari Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melabuhkan diri kepada Partai Gerindra. Hal itu dinilai sebagai tindakan taktis elite PPP untuk mendapatkan simpati dari Prabowo Subianto, bakal capres Partai Gerindra. Karena, PPP menjadi partai yang pertama bergabung secara resmi ke Gerindra, sekaligus membantu memuluskan langkah Prabowo menuju Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
"Dengan menjadi pendukung pertama, PPP berharap bisa mendapatkan poin khusus dari Prabowo. Itu suatu yang lazim dalam koalisi, seperti halnya NasDem yang punya value tersendiri dimata Megawati karena menjadi partai pertama yang resmi mendukung Jokowi," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahuddin ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (12/5/2014) malam.
Said menilai, dukungan resmi pertama dari PPP ini punya nilai strategis. Sebab, dengan dukungan itu Prabowo bisa mendapatkan kepastian untuk berlaga pada Pilpres nanti. Dengan perkiraan Gerindra akan memperoleh 73 kursi dan PPP 39 kursi, itu sudah cukup untuk memenuhi presidential threshold (PT) 20 persen dengan minimal perolehan 112 kursi DPR RI.
"Sejauh ini kan belum ada partai yang benar-benar resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, PPP telah memprediksi bahwa tipis kemungkinan akan muncul poros ketiga, di luar Jokowi dan Prabowo. Peta koalisi sudah semakin mengkristal pada dua poros itu saja. Di kubu Jokowi sudah ada PDIP, NasDem, dan PKB. Sementara PAN dan PKS hampir dipastikan mendukung Prabowo. "Jadi PPP merasa tidak perlu berlama-lama lagi untuk menentukan sikapnya," terangnya.
Menurut Said, kalau PAN dan PKS merapat ke Prabowo, kecil kemungkinan munculnya poros ketiga. Golkar atau Demokrat sepertinya tidak akan nekat bersekutu untuk membentuk poros baru karena mereka tidak punya capres alternatif yang elektabilitasnya mampu melampaui Jokowi dan Prabowo. "Bahkan kemungkinan Golkar, Demokrat, termasuk Hanura juga akan bergabung ke Prabowo," pungkasnya.
"Dengan menjadi pendukung pertama, PPP berharap bisa mendapatkan poin khusus dari Prabowo. Itu suatu yang lazim dalam koalisi, seperti halnya NasDem yang punya value tersendiri dimata Megawati karena menjadi partai pertama yang resmi mendukung Jokowi," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahuddin ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (12/5/2014) malam.
Said menilai, dukungan resmi pertama dari PPP ini punya nilai strategis. Sebab, dengan dukungan itu Prabowo bisa mendapatkan kepastian untuk berlaga pada Pilpres nanti. Dengan perkiraan Gerindra akan memperoleh 73 kursi dan PPP 39 kursi, itu sudah cukup untuk memenuhi presidential threshold (PT) 20 persen dengan minimal perolehan 112 kursi DPR RI.
"Sejauh ini kan belum ada partai yang benar-benar resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, PPP telah memprediksi bahwa tipis kemungkinan akan muncul poros ketiga, di luar Jokowi dan Prabowo. Peta koalisi sudah semakin mengkristal pada dua poros itu saja. Di kubu Jokowi sudah ada PDIP, NasDem, dan PKB. Sementara PAN dan PKS hampir dipastikan mendukung Prabowo. "Jadi PPP merasa tidak perlu berlama-lama lagi untuk menentukan sikapnya," terangnya.
Menurut Said, kalau PAN dan PKS merapat ke Prabowo, kecil kemungkinan munculnya poros ketiga. Golkar atau Demokrat sepertinya tidak akan nekat bersekutu untuk membentuk poros baru karena mereka tidak punya capres alternatif yang elektabilitasnya mampu melampaui Jokowi dan Prabowo. "Bahkan kemungkinan Golkar, Demokrat, termasuk Hanura juga akan bergabung ke Prabowo," pungkasnya.
(zik)