Penyelenggaraan pemilu dinilai antiklimaks

Jum'at, 09 Mei 2014 - 20:13 WIB
Penyelenggaraan pemilu...
Penyelenggaraan pemilu dinilai antiklimaks
A A A
Sindonews.com - Penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu dinilai antiklimaks. Penyebabnya, lembaga penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak berhasil mentransformasikan semangat yang mereka usung secara total, kepada jajaran di bawahnya.

Hal tersebut seperti diungkapkan Wahidah Suaib, Penasihat Pemantauan Partnership for Governance Reform (Kemitraan), dalam diskusi Perspektif DPD RI “Menyikapi Penyelenggaraan (Rekapitulasi dan Penetapan) Pemilu 9 April 2014”, di Pressroom DPD RI Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum’at (9/5/2014).

Wahidah menyebutkan, penyelenggara pemilu telah memulai Pemilu 2014 ini dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. “Sudah bukan rahasia umum, personel yang terpilih menjadi anggota KPU adalah orang-orang dengan pengalaman yang mumpuni,” ujar Wahidah.

Selain KPU memiliki personel yang berpengalaman, mereka juga membuat komitmen penegakan aturan dan membangun komitmen transparansi yang sangat tinggi. Wahidah mencontohkan, tindakan KPU ketika dengan tegas mendiskualifikasi partai yang tidak memenuhi laporan dana kampanye.

“Kita bisa lihat, ada laporan dana kampanye online, Daftar Pemilih Tetap (DPT) online. Ini adalah pertama kali kita melaksanakan pemilu dengan komitmen transparansi tinggi,” tukas Wahidah.

Menurut wahidah, komitmen dan kepercayaan publik yang sudah didapatkan KPU perlahan-lahan terkikis. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adalah terjadinya surat suara yang tertukar di hampir 23 provinsi, sehingga mengakibatkan diulangnya pemungutan suara.

Wahidah menambahkan, dengan semakin maraknya politik uang dan semakin fulgarnya politik transaksional, akhirnya membuat penyelenggaraan pemilu ini antiklimaks.
(maf)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved