Pernyataan JK jadi senjata KPK korek Boediono

Kamis, 08 Mei 2014 - 17:20 WIB
Pernyataan JK jadi senjata...
Pernyataan JK jadi senjata KPK korek Boediono
A A A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) telah menyampaikan kesaksiannya terkait kasus bailout Bank Century di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century Indra mengatakan, apa yang disampaikan JK di Pengadilan Tipikor mengenai kasus Bank Century masih harus menunggu keterangan dari kesaksian mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono.

"Nanti kita lihat keterangan Boediono, kita akan sangat menunggu," kata Indra saat dihubungi wartawan, Kamis (8/5/2014).

Kata dia, jaksa dari penyidik KPK bisa menanyakan kepada Boediono dari apa yang disampaikan JK pada persidangan Tipikor hari ini.

"Saya berharap KPK lebih optimal, menggali keterangan Boediono. Yang jelas keterangan JK menjadi bahan untuk KPK, walau tidak terlalu signifikan karena sudah ada yang pernah disampaikan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam persidangan di Tipikor hari ini, Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini mengaku tidak mendapatkan SMS dari mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 21 November 2008.

Saat itu, kata JK, dia menjadi pelaksana tugas presiden di dalam negeri karena Presiden SBY sedang menunaikan tugas ke luar negeri, Amerika Serikat. JK menegaskan, cc yang disebut Sri Mulyani adalah tembusan.

"Saya cuma tanya mana SMS yang kau kirim kepada saya. Tapi Bu Sri Mulyani tidak bisa menjawabnya. (Kalau bisa tunjukan SMS) kenapa enggak dari dulu. Mungkin ada cc-nya, tapi mana saya terima, kan tidak," kata JK.

Dalam kesaksian di depan majelis, JK melanjutkan, satu hari sebelum keputusan KSSK tersebut atau 20 November 2008 sebenarnya dia memimpin rapat kabinet bidang ekonomi sampai sore hari. Rapat tersebut turut dihadiri Sri Mulyani dan Boediono.

Menkeu dalam hal ini Sri Mulyani menyampaikan situasi Indonesia stabil dengan berbagai variable. Meski BI menyebut ada beberapa masalah likuiditas. Sampai rapat selesai hari ini JK masih menganggap kondisi keuangan dan perekonomian Indonesia masih aman.

"Tidak ada laporan soal Bank Century saat itu. Kondisi kita aman saat itu," tegasnya.

JK mengaku baru mengetahui ada rapat pra KSSK yang disertai rapat tertutup KSSK pada 20 November 2008 malam sampai 21 November 2008 malam terkait penetapan status Bank Century satu tahun kemudian. Itu pun dari laporan Badan Pemeriksaa Keuangan (BPK).
(kri)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved