Politikus Demokrat heran terhadap gerakan dukungan untuk Boediono
Rabu, 07 Mei 2014 - 13:02 WIB
Politikus Demokrat heran terhadap gerakan dukungan untuk Boediono
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dijadwalkan menjadi saksi perkara korupsi dalam penanganan Bank Century di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Jumat, 9 Mei 2014.
Menjelang persidangan itu, muncul undangan berisi dukungan kepada Wakil Presiden itu. Undangan itu muncul melalui akun twitter @SahabatBoediono.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Tim Pengawas DPR dari Partai Demokrat Achsanul Qosasih mengaku heran. Sebab posisi Boediono sedang tidak terancam.
"Pak Boediono itu dimintai keterangan oleh hakim, sebelum pengambilan keputusan untuk BM (Budi Mulya). Pak Boediono itu tidak dipanggil oleh penyidik," ujar Achsanul saat dihubungi Sindonews, Rabu (7/5/2014).
Achsanul juga tidak mengetahui pihak yang membuat dukungan tersebut. "Kami enggak tahu itu gerakan siapa," ujarnya.
Dia menegaskan keyakinannya bahwa Wakil Presiden (Wapres) RI tidak bersalah dalam perkara tersebut. "Atau setidak-tidaknya tidak memiliki niat jahat dalam penyelamatan Bank Century. Apa yang dilakukan Pak Boediono itu adalah menjalankan tugas sebagai Gubernur BI. Pemimpin itu memang harus mengambil keputusan," tuturnya.
Menjelang persidangan itu, muncul undangan berisi dukungan kepada Wakil Presiden itu. Undangan itu muncul melalui akun twitter @SahabatBoediono.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Tim Pengawas DPR dari Partai Demokrat Achsanul Qosasih mengaku heran. Sebab posisi Boediono sedang tidak terancam.
"Pak Boediono itu dimintai keterangan oleh hakim, sebelum pengambilan keputusan untuk BM (Budi Mulya). Pak Boediono itu tidak dipanggil oleh penyidik," ujar Achsanul saat dihubungi Sindonews, Rabu (7/5/2014).
Achsanul juga tidak mengetahui pihak yang membuat dukungan tersebut. "Kami enggak tahu itu gerakan siapa," ujarnya.
Dia menegaskan keyakinannya bahwa Wakil Presiden (Wapres) RI tidak bersalah dalam perkara tersebut. "Atau setidak-tidaknya tidak memiliki niat jahat dalam penyelamatan Bank Century. Apa yang dilakukan Pak Boediono itu adalah menjalankan tugas sebagai Gubernur BI. Pemimpin itu memang harus mengambil keputusan," tuturnya.
(dam)