Hasil Pileg molor hambat rencana koalisi

Sabtu, 03 Mei 2014 - 11:18 WIB
Hasil Pileg molor hambat...
Hasil Pileg molor hambat rencana koalisi
A A A
Sindonews.com - Kemungkinan molornya hasil rekapitulasi suara pemilihan legislatif pileg, akan berdampak pada Pilpres nanti. Pasalnya, sejumlah Parpol sedang menunggu hasil akhir Pileg untuk menentukan arah koalisi.

Wakil Sekjen Partai Golkar Tantowi Yahya berharap, KPU menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliknya untuk bisa menyelesaikan rekapitulasi suara dan mengumumkannya sesuai dengan janji mereka pada 9 Mei 2014.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, jika rekapitulasi telat maka akan menghambat semuanya seperti koalisi.

"Koalisi kan baru terlihat setelah rekapitulasi, jika telat maka menghambat proses-proses penting lainnya," ujarnya ketika dihubungi, Jumat 2 Mei 2014.

Kondisi ini, kata dia, karena banyaknya kendala yang tidak diantisipasi oleh KPU seperti protes-protes dari caleg dan partai soal manipulasi penghitungan dan penggelembungan suara. Kemudian pemilihan dan penghitungan ulang sehingga rekapitulasi menjadi terhambat.

"Apapun keterlambatan itu akan merugikan banyak pihak. Sebab tidak semua masalah diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti perselisihan antar caleg separtai bisa diselesaikan secara internal," terangnya.

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husen mengakui, pihaknya melihat rekapitulasi di tingkat pusat banyak sekali yang harus dipending karena terjadi berbagai persoalan seperti penggelembungan suara dan sebagainya.

"Hal ini berakibat pada molornya jadwal penyelesaian pada 6 Mei nanti," ujarnya.

Menurut dia, keterlambatan ini akan berdampak pada tahapan Pilpres. Untuk itu, kami minta KPU, Bawaslu untuk segera memutuskan rekapitulasi. Apalagi banyak parpol yang menunggu hasil rekapitulasi KPU untuk menentukan koalisi.

"Harusnya sudah diantisipasi terjadinya protes dari parpol dan caleg, akibatnya rekap dipending dampaknya sangat besar," ucapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved