PKS masih dalami pinangan Gerindra
Selasa, 29 April 2014 - 12:21 WIB
PKS masih dalami pinangan Gerindra
A
A
A
Sindonews.com - Pinangan koalisi Partai Gerindra disambut baik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat ini, PKS sedang mendalami Partai Gerindra, termasuk visi, misi dan kesamaan lainnya.
Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal mengakui, kalau saat ini PKS sudah dilamar oleh partai Gerindra. Bahkan, saat ini PKS telah membuat tim khusus, guna membicarakan dan mendalami visi-misi masing-masing partai.
"Belum (tetap) kita baru dilamar, sudah ada tim untuk membicarakan soal koalisi, kita buat platformnya dulu," ujar Refrizal saat dihubungi wartawan, Selasa (29/04/2014).
Refrizal menjelaskan, tim tersebut diketuai oleh Taufik Ridho, serta beranggotakan Hidayat Nur Wahid, Al Muzammil Yusuf, Sohibul Imam, dan Mahfudz Abdurrahman. Mereka nantinya akan menggodok perjanjian atau visi-misi bersama antara kedua partai tersebut sebelum 9 Mei 2014 mendatang.
Dikatakannya, PKS sangat berhati-hati karena tak ingin ketidakharmonisan koalisi dengan Partai Demokrat terulang. "Sama enggak visi-misinya, kita enggak minta apa-apa di pemerintahan," terangnya.
Menurut Refrizal, yang terpenting, bila sudah sama-sama berada di pemerintahan, PKS minta untuk diajak berdiskusi bersama-sama. Jangan hanya dikasih kursi saja tanpa diajak berunding soal beragam isu-isu strategis.
"Kita enggak diajak berunding, tiba-tiba dibilang mbalelo," terangnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan, penjajakan koalisi dengan Gerindra bukan berarti PKS putus asa dalam mendorong terbentuknya koalisi partai Islam. Justru PKS mengajak seluruh partai Islam untuk bergabung dengannya menjadi partai Islam plus partai nasionalis.
"Kita tetap mengajak partai-partai Islam, ya kalau ada satu yang gabung kita syukuri, dua kita syukuri juga," pungkasnya.
Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal mengakui, kalau saat ini PKS sudah dilamar oleh partai Gerindra. Bahkan, saat ini PKS telah membuat tim khusus, guna membicarakan dan mendalami visi-misi masing-masing partai.
"Belum (tetap) kita baru dilamar, sudah ada tim untuk membicarakan soal koalisi, kita buat platformnya dulu," ujar Refrizal saat dihubungi wartawan, Selasa (29/04/2014).
Refrizal menjelaskan, tim tersebut diketuai oleh Taufik Ridho, serta beranggotakan Hidayat Nur Wahid, Al Muzammil Yusuf, Sohibul Imam, dan Mahfudz Abdurrahman. Mereka nantinya akan menggodok perjanjian atau visi-misi bersama antara kedua partai tersebut sebelum 9 Mei 2014 mendatang.
Dikatakannya, PKS sangat berhati-hati karena tak ingin ketidakharmonisan koalisi dengan Partai Demokrat terulang. "Sama enggak visi-misinya, kita enggak minta apa-apa di pemerintahan," terangnya.
Menurut Refrizal, yang terpenting, bila sudah sama-sama berada di pemerintahan, PKS minta untuk diajak berdiskusi bersama-sama. Jangan hanya dikasih kursi saja tanpa diajak berunding soal beragam isu-isu strategis.
"Kita enggak diajak berunding, tiba-tiba dibilang mbalelo," terangnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan, penjajakan koalisi dengan Gerindra bukan berarti PKS putus asa dalam mendorong terbentuknya koalisi partai Islam. Justru PKS mengajak seluruh partai Islam untuk bergabung dengannya menjadi partai Islam plus partai nasionalis.
"Kita tetap mengajak partai-partai Islam, ya kalau ada satu yang gabung kita syukuri, dua kita syukuri juga," pungkasnya.
(kri)