Pemilu ulang digelar di 35 TPS di Nias
Jum'at, 25 April 2014 - 16:55 WIB
Pemilu ulang digelar di 35 TPS di Nias
A
A
A
Sindonews.com - Pemungutan suara di Kabupaten Nias, Sumatera Utara diduga banyak yang bermasalah bermasalah. Komisi Pemilhan Umum, (KPU) menetapkan pemilu ulang di 35 TPS di daerah tersebut.
"Tidak pemungutan suara ulang semua, KPU bersama Bawaslu akan melakukan klarifikasi ulang data TPS yang tidak ada masalah, TPS yang perlu pemungutan ulang dan TPS yang cukup penghitungan ulang," kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (25/4/2014).
Mayoritas TPS yang melakukan pencoblosan ulang diketahui memang mengalami masalah pada formulir C1. Pemilih di Nias mengakui banyak menemukan kejanggalan pada proses hitung suara C1.
"Pemungutan ulang akan dilakukan di TPS yang tidak ada data C1, manipulasi pemungutan suara, serta yang kotak yang berisi surat suara hilang atau musnah," ujarnya.
Atas kasus formulir C1 yang dinilai bermasalah, KPU memutuskan untuk dilakukan pencoblosan ulang. Pasalnya, KPU beralasan, seberapa pun masalah pemilu, hak kontitusi masyarakat lebih diutamakan.
"Selainnya cukup dilakukan hitung ulang. Direncanakan besok tim berangkat," ujarnya.
"Tidak pemungutan suara ulang semua, KPU bersama Bawaslu akan melakukan klarifikasi ulang data TPS yang tidak ada masalah, TPS yang perlu pemungutan ulang dan TPS yang cukup penghitungan ulang," kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (25/4/2014).
Mayoritas TPS yang melakukan pencoblosan ulang diketahui memang mengalami masalah pada formulir C1. Pemilih di Nias mengakui banyak menemukan kejanggalan pada proses hitung suara C1.
"Pemungutan ulang akan dilakukan di TPS yang tidak ada data C1, manipulasi pemungutan suara, serta yang kotak yang berisi surat suara hilang atau musnah," ujarnya.
Atas kasus formulir C1 yang dinilai bermasalah, KPU memutuskan untuk dilakukan pencoblosan ulang. Pasalnya, KPU beralasan, seberapa pun masalah pemilu, hak kontitusi masyarakat lebih diutamakan.
"Selainnya cukup dilakukan hitung ulang. Direncanakan besok tim berangkat," ujarnya.
(dam)