Agum tak pernah ditawari menteri oleh PDIP
Selasa, 22 April 2014 - 20:26 WIB
Agum tak pernah ditawari menteri oleh PDIP
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Purnawirawan Warakauri TNI-Polri (DPP Pepabri) Agum Gumelar membantah, pernah ditawari posisi menteri oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jika Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai Presiden pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
"Oh tidak ada (tawaran menteri dari PDIP)," ujar Agum Gumelar usai bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kantor DPP Pepabri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2014).
Lagipula, kata mantan Menteri Perhubungan (Menhub) di era Presiden Megawati Soekarnoputri, dirinya tidak memiliki niat menjadi seorang menteri untuk saat ini.
Namun, dia berjanji bakal bekerja semaksimal mungkin menjalankan amanah jika ditawari posisi menteri oleh pihak manapun.
"Siapapun yang akan menawari saya itu interest saya cuma satu yaitu mudah-mudahan pemikiran saya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tapi saya sebetulnya sudah tidak ada interest ke arah situ," kata mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) di era Presiden KH Abdurahman Wahid ini.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa pernyataan dirinya yang secara tegas tidak mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden hanya obrolan santai 'warung kopi' biasa dan bukan dalam kapasitas pernyataan resmi.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar pernyataan tersebut tidak perlu dipermasalahkan lagi. "Itu pernyataan yang sifatnya hanya ngobrol dan diluar record. Yasudah lah itu enggak usah dipermasalahkan lagi," ucapnya.
Lebih jauh dirinya mengatakan, jika dirinya tidak mendukung Prabowo sebagai Presiden 2014, maka hal itu tidak memiliki pengaruh sedikitpun terhadap pencapresan Prabowo nanti. "Kalaupun Pak prabowo kehilangan dukungan dari saya, maka saya rasa tidak ada masalah," pungkasnya.
"Oh tidak ada (tawaran menteri dari PDIP)," ujar Agum Gumelar usai bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kantor DPP Pepabri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2014).
Lagipula, kata mantan Menteri Perhubungan (Menhub) di era Presiden Megawati Soekarnoputri, dirinya tidak memiliki niat menjadi seorang menteri untuk saat ini.
Namun, dia berjanji bakal bekerja semaksimal mungkin menjalankan amanah jika ditawari posisi menteri oleh pihak manapun.
"Siapapun yang akan menawari saya itu interest saya cuma satu yaitu mudah-mudahan pemikiran saya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tapi saya sebetulnya sudah tidak ada interest ke arah situ," kata mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) di era Presiden KH Abdurahman Wahid ini.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa pernyataan dirinya yang secara tegas tidak mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden hanya obrolan santai 'warung kopi' biasa dan bukan dalam kapasitas pernyataan resmi.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar pernyataan tersebut tidak perlu dipermasalahkan lagi. "Itu pernyataan yang sifatnya hanya ngobrol dan diluar record. Yasudah lah itu enggak usah dipermasalahkan lagi," ucapnya.
Lebih jauh dirinya mengatakan, jika dirinya tidak mendukung Prabowo sebagai Presiden 2014, maka hal itu tidak memiliki pengaruh sedikitpun terhadap pencapresan Prabowo nanti. "Kalaupun Pak prabowo kehilangan dukungan dari saya, maka saya rasa tidak ada masalah," pungkasnya.
(maf)