PKB diminta tidak terburu-buru berkoalisi
Sabtu, 12 April 2014 - 16:43 WIB
PKB diminta tidak terburu-buru berkoalisi
A
A
A
Sindonews.com - Hasil penghitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga menunjukkan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meningkat tajam pada Pemilu 2014.
Pengamat Politik dari Indo Barometer, M Qodari menyarankan PKB tidak terburu-buru menentukan rekan koalisi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. "PKB tidak perlu terburu-buru. PKB bisa memilih karena semua kini tengah mendekati PKB," kata Qodari di Cikini, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).
Qodari juga menyarankan PKB untuk cermat dalam melakukan kalkulasi politik dalam menemukan rekan koalisi, termasuk dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden. "Jangan meninggalkan peluang berkoalisi dengan capres yang berpeluang menang," tandasnya.
Berdasarkan quick count sejumlah lembaga, partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini meraih sekira 9 persen suara. Jumlah ini naik tajam bila dibandingkan suara PKB pada Pemilu 2009 yang hanya pada 4, 9 persen.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yakin penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menunjukkan suara partainya lebih besar dibandingkan hasil quick count.
"Kami optimistis real count lebih dari 10 persen," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta, Kamis 10 Aprik 2014 lalu.
Keyakinan ini, kata dia, telah diprediksi sebelum Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 karena target PKB memperoleh dua digit suara atau minimal sepuluh persen. "Prediksi kami 10 persen. Jadi, keberhasilan suara hasil quick count yang cukup signifikan hingga dua digit terlampaui," ujarnya.
Pengamat Politik dari Indo Barometer, M Qodari menyarankan PKB tidak terburu-buru menentukan rekan koalisi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. "PKB tidak perlu terburu-buru. PKB bisa memilih karena semua kini tengah mendekati PKB," kata Qodari di Cikini, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).
Qodari juga menyarankan PKB untuk cermat dalam melakukan kalkulasi politik dalam menemukan rekan koalisi, termasuk dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden. "Jangan meninggalkan peluang berkoalisi dengan capres yang berpeluang menang," tandasnya.
Berdasarkan quick count sejumlah lembaga, partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini meraih sekira 9 persen suara. Jumlah ini naik tajam bila dibandingkan suara PKB pada Pemilu 2009 yang hanya pada 4, 9 persen.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yakin penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menunjukkan suara partainya lebih besar dibandingkan hasil quick count.
"Kami optimistis real count lebih dari 10 persen," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta, Kamis 10 Aprik 2014 lalu.
Keyakinan ini, kata dia, telah diprediksi sebelum Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 karena target PKB memperoleh dua digit suara atau minimal sepuluh persen. "Prediksi kami 10 persen. Jadi, keberhasilan suara hasil quick count yang cukup signifikan hingga dua digit terlampaui," ujarnya.
(dam)