Suara Demokrat anjlok di Bali, Pastika pasrah
Rabu, 09 April 2014 - 21:00 WIB
Suara Demokrat anjlok di Bali, Pastika pasrah
A
A
A
Sindonews.com - Suara Partai Demokrat di TPS14 SD 4 Penatih Denpasar, anjlok. Di tempat ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat menggunakan hak pilihnya.
Dari perhitungan suara di TPS, suara terbanyak diraih PDIP dan Golkar. Namun begitu, perolehan suara PDIP masih jauh di atas Golkar dan Demokrat, yakni 150 untuk DPR RI, 134 DPRD Provinsi dan 161 DPRD KOta.
Disusul peringkat kedua dengan raihan suara DPR 27, DPRD provinsi, 30 suara dan DPRD Kota 24 suara. Sedangkan untuk suara partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tingkat DPR hanya meraih 27 suara, DPRD provinsi 30 suara, dan DPRD Kota 24 suara.
"Kalah dan menang itu biasa, sebab tidak mungkin semua caleg itu akan lolos, pasti ada yang kalah," kata Pastika, usai melakukan pencoblosan, Rabu (9/4/2014).
Menurut Pastika, masyarakat Bali sangat memahami apa arti demokrasi, sehingga bisa menenerima dan menyikapi kemenangan, serta kekalahan. "Saya kok optimis, semua bisa berjalan dengan baik, tidak ada konflik," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan, perolehan suara partainya secara nasional mengalami penurunan. Meski demikian, sampai saat ini proses penghitungan riil dari KPU masih berlangsung.
"Tetapi ini baru beberapa sampel yang masuk. masih proses penghitungan, utamanya untuk DPR RI. Kami akan tunggu sampai larut malam. Kami akan kawal, jangan sampai proses penghitungan ini ada kecurangan," tegasnya.
Terkait hasil hitung cepat atau quick qount, Mudarta mengaku tetap menghormati. Meski demikian, pihaknya tetap menunggu dan berpatokan pada rekap manual oleh KPU sebagai lembaga resmi.
"Kalau quick qount kan semacam entertainment lah, gerakan secara umum seperti itu, tentu akan ada margin errornya," imbuhnya.
Dari perhitungan suara di TPS, suara terbanyak diraih PDIP dan Golkar. Namun begitu, perolehan suara PDIP masih jauh di atas Golkar dan Demokrat, yakni 150 untuk DPR RI, 134 DPRD Provinsi dan 161 DPRD KOta.
Disusul peringkat kedua dengan raihan suara DPR 27, DPRD provinsi, 30 suara dan DPRD Kota 24 suara. Sedangkan untuk suara partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tingkat DPR hanya meraih 27 suara, DPRD provinsi 30 suara, dan DPRD Kota 24 suara.
"Kalah dan menang itu biasa, sebab tidak mungkin semua caleg itu akan lolos, pasti ada yang kalah," kata Pastika, usai melakukan pencoblosan, Rabu (9/4/2014).
Menurut Pastika, masyarakat Bali sangat memahami apa arti demokrasi, sehingga bisa menenerima dan menyikapi kemenangan, serta kekalahan. "Saya kok optimis, semua bisa berjalan dengan baik, tidak ada konflik," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan, perolehan suara partainya secara nasional mengalami penurunan. Meski demikian, sampai saat ini proses penghitungan riil dari KPU masih berlangsung.
"Tetapi ini baru beberapa sampel yang masuk. masih proses penghitungan, utamanya untuk DPR RI. Kami akan tunggu sampai larut malam. Kami akan kawal, jangan sampai proses penghitungan ini ada kecurangan," tegasnya.
Terkait hasil hitung cepat atau quick qount, Mudarta mengaku tetap menghormati. Meski demikian, pihaknya tetap menunggu dan berpatokan pada rekap manual oleh KPU sebagai lembaga resmi.
"Kalau quick qount kan semacam entertainment lah, gerakan secara umum seperti itu, tentu akan ada margin errornya," imbuhnya.
(san)